Sukses

Inggris Lacak Pasien Terinfeksi Mutasi COVID-19 Asal Brasil

Liputan6.com, London - Pejabat kesehatan di Inggris sedang mencoba melacak satu dari enam pasien yang terinfeksi varian virus corona COVID-19 dari Brasil.

Tiga kasus varian P1 diambil di Skotlandia dan tiga di Inggris awal bulan ini, demikian dikutip dari laman BBC, Senin (1/3/2021).

Varian P1 pertama kali terdeteksi pada pelancong Jepang yang pernah bepergian ke Manaus di Brasil utara pada bulan Januari 2021.

Menteri Kesehatan Matt Hancock akan mengadakan pertemuan dengan anggota parlemen dari semua pihak untuk membicarakan varian tersebut.

Ada kekhawatiran bahwa vaksin mungkin tidak efektif melawan varian itu. Tetapi Prof Stephen Powis dari NHS Inggris mengatakan, vaksin dapat "diadaptasi dengan cepat".

Susan Hopkins dari Public Health England (PHE), mengatakan, Inggris lebih maju daripada banyak negara lain dalam mengidentifikasi varian dan mutasi sehingga mampu bertindak cepat.

Di Inggris, dua kasus pertama berasal dari Gloucestershire Selatan setelah seseorang kembali dari Brasil pada 10 Februari - lima hari sebelum aturan karantina hotel pemerintah diberlakukan.

Dua orang lain di lokasi yang sama juga telah dites positif Covid-19 tetapi tes masih berlangsung untuk memeriksa apakah itu varian yang sama, jadi mereka tidak termasuk dalam total enam orang di Inggris.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 3 halaman

Menteri di Inggris Ungkap Kini Ada 4.000 Varian Virus Corona COVID-19

Menteri Penyebaran Vaksin di Inggris, Nadhim Zahawi mengatakan bahwa saat ini ada sekitar 4.000 varian Virus Corona yang menyebabkan COVID-19 di seluruh dunia.

Hal itu membuat semua produsen vaksin COVID-19, termasuk Pfizer dan AstraZeneca berusaha meningkatkan kualitas vaksin mereka. 

Ribuan varian jenis Virus Corona yang menyebabkan COVID-19 telah didokumentasikan saat virus tersebut bermutasi, termasuk yang disebut varian dari Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil yang tampaknya menyebar lebih cepat daripada yang lain.

"Sangat kecil kemungkinannya bahwa vaksin saat ini tidak akan efektif pada varian di Kent atau varian lain terutama dalam hal penyakit parah dan rawat inap," kata Nadhim Zahawi kepada Sky News, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Dipaparkannya, bahwa "Semua produsen (vaksin), Pfizer-BioNTech, Moderna, Oxford-AstraZeneca dan lainnya sedang mencari cara bagaimana mereka dapat meningkatkan vaksin mereka untuk memastikan bahwa kami siap untuk varian apa pun - saat ini ada sekitar 4.000 varian COVID-19 di seluruh dunia."

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan di bawah ini: