Sukses

Sudut Penuh Makna dalam Dekorasi Baru Ruang Oval Kantor Joe Biden

Liputan6.com, Jakarta - Ruang Oval di Gedung Putih merupakan kantor pribadi Presiden Amerika Serikat. Setiap berganti presiden, dekorasi Ruang Oval pun berubah.

Seperti Ruang Oval yang kini jadi tempat kerja Presiden ke-46 AS Joe Biden. Seluruh ornamen peninggalan Donald Trump yang dulu menghiasi Ruang Oval kini telah berganti baru.

 

Seperti Potret Andrew Jackson, presiden ke-7 AS yang dulu dipajang Donald Trump di sebelah kiri Resolute Desk --meja kerja presiden--, digantikan dengan foto Benjamin Franklin, seorang pendiri Amerika yang juga penulis, ilmuwan, dan filsuf terkemuka.

Washington Post melaporkan, makna potret Franklin dipasang untuk mewakili minat Joe Biden dalam mengikuti sains saat dia mencoba mengatasi pandemi Virus Corona COVID-19. Sementara di bawah foto Franklin, terdapat patung Presiden Harry Truman.

Pada sisi kanan Resolute Desk, kini berdiri patung tokoh kunci lain dalam gerakan hak-hak sipil, yakni Rosa Parks. Selain itu, juga ada patung Presiden Abraham Lincoln.

Di atas perapian, digantung potret besar Franklin D Roosevelt, presiden yang memimpin AS hingga mampu melalui Depresi Besar dan Perang Dunia II. Juga ada potret mantan presiden lainnya, yakni Thomas Jefferson dipasangkan dengan pria yang sering tidak ia setujui, mantan Menteri Keuangan Alexander Hamilton.

Bukan tanpa alasan, pihak kantor Joe Biden mengungkap makna di balik foto Jefferson dipasangkan dengan Hamilton, yakni sebagai "ciri khas bagaimana perbedaan pendapat, yang diekspresikan dalam pagar Republik, penting untuk demokrasi." Kemudian ada juga potret dua mantan presiden ternama lainnya, yaitu George Washington dan Abraham.

Lalu banyak orang di media sosial menyadari di belakang meja kerja Joe Biden adalah patung César Chavez, pemimpin buruh Meksiko-Amerika yang memperjuangkan hak-hak pekerja pertanian pada 1960-an dan 70-an.

Patung tersebut diletakkan di samping foto-foto berbingkai keluarga Joe Biden.

Tirai dan permadani emas pada era Donald Trump juga telah hilang. Ornamen tersebut digantikan permadani biru tua dan tirai emas yang lebih gelap dibanding ketika Presiden Bill Clinton berkuasa.

Bendera dari berbagai cabang militer juga telah diganti dengan bendera Amerika dan bendera bergambar cap Presiden Amerika.