Sukses

Tinggalkan Gedung Putih, Donald Trump: Ini Kehormatan Besar

Liputan6.com, Jakarta - Donald Trump mengepalkan tangan lalu seketika melambaikannya selepas meninggalkan Gedung Putih menuju Marine One pada Rabu, 20 Januari 2021 untuk terakhir kalinya sebagai Presiden AS.

"Ini merupakan kehormatan besar, kehormatan seumur hidup. Orang-orang terhebat di dunia, rumah terbesar di dunia," kata Donald Trump kepada wartawan sebelum menuju ke Marine One, demikian dikutip dari theage.com, Rabu (20/1/2021).

"Kami mencintai rakyat Amerika, dan sekali lagi, ini adalah sesuatu yang sangat istimewa. Dan saya hanya ingin mengucapkan selamat tinggal tapi semoga ini bukan perpisahan jangka panjang. Kita akan bertemu lagi."

Empat tahun setelah berdiri di atas panggung pada pelantikannya sendiri, Trump akhirnya meninggalkan kantor bagi presiden tersebut.

Ia keluar Gedung Putih dengan kondisi dua kali dimakzulkan, saat jutaan orang kehilangan pekerjaan dan 400.000 tewas akibat virus corona.

Donald Trump juga tercatat sebagai presiden pertama dalam sejarah modern yang memboikot pelantikan penggantinya saat dia terus mengungkit tentang kekalahannya dan secara pribadi menolak pemilihan yang dimenangkan oleh Joe Biden.

Donald Trump menolak untuk berpartisipasi dalam salah satu tradisi simbolis penyalaan obor yang dimaksudkan sebagai transisi kekuasaan secara damai, termasuk mengundang Biden untuk berkunjung.

Simak video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Menuju Florida

Dentuman meriam sebanyak 21 kali menyambut Donald Trump dan Melania Trump di Joint Base Andrews, pangkalan militer AS di Maryland. Momen ini adalah kali terakhir taipan properti itu menaiki pesawat kepresidenan sebelum menuju kediaman pribadinya di Mar-a-Lago, Florida.

Setelah menyapa para pendukungnya, Donald Trump menuju podium untuk menyampaikan pidato perpisahan. Ia dipastikan tak akan menghadiri pelantikan Presiden Terpilih AS Joe Biden.

Sebelum meninggalkan Gedung Putih, ia berterima kasih kepada Wakil Presiden Mike Pence dan Karen Pence serta Kongres.

Selain itu, Donald Trump berterima kasih kepada anak-anaknya pada upacara pelepasan: "Mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa," katanya seraya menatap sisi podium tempat mereka berada.

"Orang tidak tahu seberapa keras keluarga ini bekerja. Mereka bisa saja memiliki hidup yang lebih mudah, tetapi mereka melakukan pekerjaan yang fantastis."

Dia juga menyebut kepala stafnya, Mark Meadows, dalam pidato terakhirnya sebelum mempersilahkan ibu negara AS, Melania Trump menyampaikan pidato perpisahan.