Sukses

Studi Terbaru Ungkap Temuan Adanya Anak di Milan Positif COVID-19 pada November 2019

Liputan6.com, Jakarta - Virus Corona COVID-19 ternyata telah ada di Kota Milan, Italia, sejak akhir November 2019. Hal itu terungkap dalam sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS) pada Selasa 8 Desember 2020.

Penelitian itu menemukan bukti keberadaan COVID-19 pada seorang anak laki-laki dari wilayah Milan pada akhir November 2019, beberapa bulan sebelum kasus penyakit Virus Corona pertama teridentifikasi di Italia.

Para peneliti dari Italia dan Kanada menganalisis spesimen usap (swab) oropharyngeal yang dikumpulkan sejak September 2019 hingga Februari 2020 dari 39 pasien dengan persetujuan pasien. Sebuah sampel dari seorang bocah laki-laki berusia empat tahun yang tinggal di wilayah sekitar Milan dan tidak memiliki riwayat perjalanan yang dilaporkan dinyatakan teruji positif COVID-19.

Anak tersebut menderita batuk dan rinitis pada 21 November 2019, dan spesimennya diambil pada 5 Desember 2019, dua pekan setelah timbulnya gejala, untuk diagnosis klinis dugaan campak, sebut artikel itu.

"Temuan ini, sesuai dengan bukti lain penyebaran awal COVID-19 di Eropa, membuat perkiraan mulai merebaknya wabah menjadi maju hingga akhir musim gugur 2019," papar studi tersebut, seperti dilansir Xinhua, Jumat (10/12/2020).

"Penyebaran SARS-CoV-2 yang berjangka panjang dan tidak terdeteksi di Italia utara akan membantu menjelaskan, setidaknya sebagian, tentang dampak yang begitu parah dan cepatnya penyebaran gelombang pertama COVID-19 di Lombardia."

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Menyebar di AS Sejak Desember 2019

Sementara itu, sebuah studi juga menunjukan COVID-19 sudah menyebar secara global sebelum China mengumumkan kasusnya. Di Amerika Serikat, kasus Virus Corona jenis baru itu disebut sudah muncul sejak Desember 2019.

Dilaporkan NPR, Rabu 2 Desember 2020, studi itu mengidentifikasi 106 infeksi dari 7.389 sampel darah yang berasal dari sembilan negara bagian AS. Sampel dikumpulkan antara 13 Desember 2019 hingga 17 Januari 2020.

Sampel darah diberikan American Red Cross (Palang Merah Amerika) kepada Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Pada 13 Desember-16 Desember 2020, ada 39 sampel yang sudah punya antibodi COVID-19 di California, Oregon, dan Washington. Pada awal Januari, ternyata sudah ada antibodi di Connecticut, Iowa, Massachusetts, Michigan, Rhode Island, dan Wisconsin.

"Temuan-temuan laporan ini menunjukan bahwa infeksi SARS-CoV-2 kemungkinan sudah ada di AS pada Desembber 2019, lebih awal dari yang diketahui sebelumnya," tulis studi tersebut.

Di AS secara resmi virus ini dilaporkan pada 19 Januari 2019. Studi terbaru ini seolah mempertegas bahwa COVID-19 sudah diam-diam menyebar di seluruh dunia dari yang diketahui sebelumnya.

Laporan "virus misterius" sudah menyebar di Wuhan China pada akhir Desember 2019. Saat itu, China masih bungkam hingga akhirnya virusnya menyebar di berbagai negara.

3 dari 4 halaman

Infografis Negara Pertama Suntik Vaksin Covid-19, Inggris atau China?

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: