Sukses

Presiden Aljazair Dirawat di RS Usai Isolasi Mandiri, Positif COVID-19?

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune dirawat di rumah sakit menurut keterangan istana beberapa hari setelah dia menjalani isolasi sendiri usai ditemukan kasus Virus Corona COVID-19 di antara para asistennya.

Dikutip dari laman Aljaazera, Rabu (28/10/2020) Tebboune (75) pada Selasa dipindahkan ke unit khusus di sebuah rumah sakit militer di ibu kota, Algiers, atas rekomendasi dokternya.

"Kesehatannya stabil dan tidak menimbulkan kekhawatiran apa pun, dan dia dapat melanjutkan aktivitas sehari-harinya dari pusat perawatan," kata pihak istana, tanpa menyebutkan apakah dia dinyatakan positif terkena Virus Corona COVID-19.

Tebboune mengatakan pada hari Sabtu bahwa dia mengisolasi diri setelah beberapa asisten senior didiagnosis positif Corona COVID-19.

"Saya meyakinkan Anda, saudara-saudariku, bahwa saya baik-baik saja dan sehat dan bahwa saya melanjutkan pekerjaan saya," katanya saat itu.

Jika itu dipastikan sebagai Corona COVID-19, dia akan menjadi salah satu dari sekelompok kecil pemimpin dunia yang jatuh sakit akibat virus tersebut.

Sama seperti Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Presiden Brasil Jair Bolsonaro dan Presiden Polandia Andrzej Duda.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Kasus di Aljazair

Rawat inap Tebboune terjadi pada saat kritis dalam upayanya untuk membalikkan halaman tentang protes jalanan besar-besaran tahun lalu yang memaksa pendahulunya, Abdelaziz Bouteflika, dari kekuasaan setelah 20 tahun.

Dipilih pada Desember tahun lalu, Tebboune telah mendorong konstitusi baru yang membatasi masa jabatan presiden dan memberikan lebih banyak kekuasaan kepada Parlemen dan peradilan. Itu akan dimasukkan ke referendum pada hari Minggu.

Pandemi virus korona melanda ekonomi Aljazair karena menghadapi tantangan jangka panjang yang ditimbulkan oleh penurunan pendapatan minyak dan gas yang membiayai belanja negara.

Sejauh ini, Aljazair secara resmi telah mengkonfirmasi lebih dari 55.000 kasus virus corona, dengan hampir 2.000 kematian.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini: