Sukses

Detik-Detik Penampakan Kawah Raksasa Berisi Es di Mars, Ini Penjelasan ESA

Liputan6.com, Paris - Video terbaru dari wahana ruang angkasa Mars Express Badan Antariksa Eropa (ESA) memberikan pemandangan yang 'wow' dari salah satu kawah paling menakjubkan di Mars.

Rekaman, yang dibuat menggunakan citra dari Kamera Resolusi Tinggi Stereo (HRSC) Mars Express, menampilkan Kawah Korolev berdiameter 82 km dengan titik terdalam 2 km di dataran rendah di Mars utara.

Kawah itu, yang terpelihara dengan baik secara alamiah, berlokasi tepat di selatan sepetak besar tanah yang dipenuhi bukit pasir yang mengelilingi bagian dari kutub utara planet (dikenal sebagai Olympia Undae).

Rekaman diambil dengan tampak lurus ke bawah (nadir), dan video menggabungkan informasi topografi dari saluran stereo HRSC untuk menghasilkan lanskap tiga dimensi, yang kemudian direkam dari perspektif yang berbeda, seperti dengan kamera film, untuk membuat penerbangan ditampilkan dalam video.

Itu bukan salju yang Anda lihat, tetapi kawah ini terus-menerus diisi dengan es air, dan gundukan pusatnya --yang memiliki kedalaman hampir 2 kilometer (1,1 mil)-- selalu dilapisi es tebal tersebut sepanjang tahun. Itu adalah salah satu penampungan es alami non-polar terbesar di Mars.

 

2 dari 3 halaman

Kok Bisa?

Anda mungkin berpikir, "Kok bisa es dari air bertahan di Mars?". Pertanyaan tepat adalah, bagaimana es ini tetap stabil di Kawah Korolev; bukankah es air menyublimasikan atmosfer Mars yang tipis?

Seperti halnya es kering di Bumi, es air di Mars biasanya berubah dari padat menjadi gas dengan tekanan atmosfer rendah. Mars memiliki sekitar 8 milibar, sedangkan di Bumi rata-rata, tekanan atmosfer di permukaan laut adalah 1013,25 milibar, atau sekitar 14,7 pon per inci persegi.

Tetapi suhu juga dapat mempengaruhi stabilitas es. Es air stabil secara permanen di dalam Kawah Korolev karena bagian terdalam dari depresi tanah tersebut bertindak sebagai perangkap dingin alami.

Para ilmuwan di ESA menjelaskan bahwa udara di atas es mendingin dan karenanya lebih berat dibandingkan dengan udara di sekitarnya: karena udara adalah penghantar panas yang buruk, gundukan es air secara efektif terlindung dari pemanasan dan sublimasi.

Nama kawah mungkin sudah tidak asing lagi. Ini dinamai insinyur roket Rusia dan desainer pesawat ruang angkasa Sergei Pavlovich Korolev (1907-1966). Dia mengembangkan roket antarbenua Rusia R7 pertama, pendahulu roket Soyuz modern yang masih beroperasi sampai sekarang.

Dengan desain roket dan pesawat ruang angkasa, ia juga bertanggung jawab untuk satelit buatan manusia pertama (Sputnik pada tahun 1957) dan untuk pesawat luar angkasa manusia pertama (Yuri Gagarin pada tahun 1961).

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut: