Sukses

5 Astronot Baru Badan Antariksa Eropa Sejak 1978, Ini Sosok yang Kalahkan 22.500 Pelamar

European Space Agency (ESA)/Badan Antariksa Eropa menambah 5 astronot baru di kelas keempat sejak tahun 1978. Lebih dari 20.000 melamar.

Liputan6.com, Cologne - Selama setahun terakhir, lima pria dan wanita yang sehat dan unggul secara akademis telah diputar di mesin sentrifugal, direndam selama berjam-jam, kekurangan oksigen untuk sementara, diajari berkemah di salju, dan disekolahkan dalam bidang fisiologi, anatomi, astronomi, meteorologi, robotika, dan Rusia.

Pada Senin 22 April 2024, lima orang Eropa dan seorang Australia lulus dari pelatihan dasar dengan gelar baru: astronot.

Pada sebuah upacara di Cologne, Jerman, European Space Agency (ESA)/Badan Antariksa Eropa menambahkan lima pendatang baru ke korps astronotnya yang memenuhi syarat untuk misi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, sehingga totalnya menjadi 11.

ESA telah bernegosiasi dengan NASA untuk tiga tempat dalam misi Bulan Artemis di masa depan, meskipun tempat-tempat tersebut kemungkinan akan diberikan kepada astronot yang lebih senior, menurut Direktur Jenderal ESA Josef Aschbacher. Badan tersebut juga memasok modul layanan untuk kapsul awak Orion.

ESA bergantung pada NASA dan pihak lain untuk mengirim astronotnya ke luar angkasa.

Adapun kelima orang astronot baru ini lulus dari kelas astronot keempat sejak 1978 untuk Badan Antariksa Eropa yang beranggotakan 22 negara tersebut. Mereka dipilih dari 22.500 pelamar.

12 orang lainnya dipilih sebagai cadangan, tetapi tidak dikirim ke pelatihan dasar. Tapi tidak mengherankan, kelima orang tersebut memiliki resume dengan gelar ilmiah dan medis tingkat lanjut, pelatihan militer, pengalaman menerbangkan pesawat, helikopter, pesawat layang dan balon udara, serta aktivitas "rekreasi" seperti mendayung, selam scuba, hiking, terjun payung, bersepeda, berlayar, dan kayak.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Tim Luar Biasa

Kelompok ini membentuk "tim yang sangat bagus" tanpa persaingan pribadi, kata Aschbacher. "Saya bilang kepada mereka, salah satu dari kalian akan terbang lebih dulu dan satu lagi akan terbang terakhir, dan mereka tentu saja menerimanya, tapi dari hati, bukan sekedar basa-basi… semangat tim sangat terasa."

Sophie Adenot, seorang pilot uji helikopter Angkatan Udara Prancis, mengatakan kelompok itu adalah “awak dan tim yang luar biasa." Momen yang paling berkesan baginya adalah meninggalkan airlock untuk melakukan simulasi berjalan di luar angkasa di bawah air ketika instruktur berkata, “Selamat datang di luar angkasa.”

"Dan bagi saya itu sangat mengejutkan, saya merinding. … Dalam beberapa tahun saya akan berada di luar angkasa, bukan di air bersama penyelam yang aman."

Ketika dia masih seorang gadis yang memimpikan perjalanan luar angkasa, “Saya tidak dapat menghitung jumlah orang yang mengatakan kepada saya, mimpi ini tidak akan pernah menjadi kenyataan. Anda mempunyai mimpi yang tidak realistis dan itu tidak akan pernah terjadi. … Dengarkan dirimu sendiri dan jangan dengarkan orang yang tidak percaya padamu.”

3 dari 4 halaman

Daftar Anggota Baru ESA

  1. Pablo Alvarez Fernandez, seorang insinyur penerbangan Spanyol yang pernah bekerja pada penjelajah Mars Rosalind Franklin bermaksud untuk misi bersama dengan Rusia yang ditangguhkan setelah invasi ke Ukraina;
  2. Rosemary Coogan, astronom Inggris yang meneliti emisi radiasi dari lubang hitam;
  3. Raphael Liegeois, seorang insinyur biomedis dan ilmuwan saraf Belgia yang telah meneliti penyakit degeneratif pada sistem saraf, dan juga menerbangkan balon udara dan pesawat layang;
  4. Marco Alain Sieber, seorang dokter darurat Swiss yang mencapai pangkat sersan sebagai penerjun payung selama bertugas di tentara Swiss.
  5. Katherine Bennell-Pegg dari Australia, yang menjalani pelatihan berdasarkan perjanjian kerja sama antara Australia dan ESA. Dia tetap menjadi pegawai Badan Antariksa Australia. Badan Australia harus mencari cara agar dia bisa bepergian ke luar angkasa.

Mereka semua bergabung dengan Sophie Adenot, seorang pilot uji helikopter angkatan udara Prancis sebagai astronot ESA.

4 dari 4 halaman

Pelatihan Dasar Mulai dari Cara Hadapi Lingkungan Sulit hingga Bahasa Rusia

Pelatihan dasar kelima orang astronot baru itu selama setahun mencakup persiapan menghadapi lingkungan tidak bersahabat yang ditemui di luar angkasa. Mereka terkena paparan gaya gravitasi berkali-kali lipat dalam mesin sentrifugal, dan menghabiskan waktu berjam-jam di bawah air menggunakan peralatan selam untuk mengapung di sekitar model modul stasiun ruang angkasa untuk mensimulasikan pekerjaan dalam gravitasi nol.

Mereka juga belajar bagaimana mengenali gejala hipoksia, atau kekurangan oksigen, dengan mengalaminya sendiri di dalam ruangan bertekanan rendah. Pelatihan bertahan hidup termasuk menghadapi potensi pendaratan di laut dan tetap hangat di musim dingin sambil menunggu pemulihan jika terjadi pendaratan yang tidak sesuai jalur.

Selain itu, ada juga karya akademis tentang topik ilmiah dan pembelajaran tentang modul dan peralatan stasiun luar angkasa.

Bahasa Rusia intensif masih menjadi bagian dari program ini, meskipun ESA telah menangguhkan kerja sama dengan Rusia kecuali di stasiun luar angkasa, yang salah satu bahasa kerjanya adalah bahasa Rusia.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.