Sukses

Kasus Pelik Perceraian Miliarder Rusia, Tinggalkan Utang Rp 8 Triliun ke Mantan Istri

Liputan6.com, Inggris - Mantan pasangan suami istri, Farkhad Akhmedov dan Tatiana Akhmedova kembali menghiasi surat kabar karena pembagian harta. Diketahui sang suami adalah seorang miliarder, pebisnis, dan politikus elit dari Rusia.

Keduanya telah bercerai pada tahun 2000 silam. Namun seperti diberitakan Rappler, Kamis (2/7/2020), ada hal yang masih belum terselesaikan dari perceraian mereka, karena Farkhad belum memberikan harta yang seharusnya didapatkan oleh Tatiana. 

Dilaporkan bahwa pengadilan tinggi Inggris dan Wales, memeberikan Tatiana Akhmedova 41,5% dari kekayaan sang suami, Farkhad Akhmedov yang bernilai $ 1 miliar pada tahun 2016 lalu setelah mereka bercerai. 

Seorang hakim di London pada hari Selasa, 30 Juni, mengatakan ia berharap menyelesaikan kasus perceraian lama mantan miliarder Rusia yang berhutang lebih dari 450 juta pound sterling atau sekitar Rp 8 triliun kepada mantan istrinya.

Farkhad sejauh ini baru membayar uang sebesar 5 juta pound sterling atau sekitar Rp 89 miliar lebih, namun itu dibayarkan tidak secara sukarela. Saat ini Tatiana, mantan istrinya telah mengajukan tindakan hukum di Inggris dan luar negeri untuk mendapatkan aset yang seharusnya diberikan kepadanya. Beberapa aset ini termasuk superyacht senilai 346 juta pound sterling dan koleksi seni seharga 115 juta pound sterling.

Kasus dari pembagian harga atas perceraian Tatiana dan Farkhad diharapkan selesai sebelum bulan Juli berakhir.

2 dari 3 halaman

Diharapkan Kasus Selesai pada Akhir Juli

Hakim yang menangani kasus ini, Gwynneth Knowles, telah mendengarkan proses terbaru dalam kasus ini pada Selasa 30 Juni 2020, dan mengatakan bahwa dirinya dapat memberikan keputusan sebelum akhir Juli. 

Hakim mendengar bahwa Farkhad yang berusia 64 tahun telah mengubah status benda seni dan kapal mewahnya menjadi ownership of trusts di Liechtenstein. Aksi yang disebut Tatiana sebagai t indakan penghindaran.

Miliarder Farkhad membeli kapal mewah, MV Luna itu dari pemilik klub sepak bola Chelsea, Roman Abramovich.

Menurut Hakim Gwynneth, tindakan Farkhad itu ilegal dalam aturan Liechtenstein. 

Namun tim dari Farkhad mengatakan bahwa hakim Inggris tidak dapat mengambil keputusan apa-apa karena mantan pasangan suami istri tersebut bukan warga negara Inggris. 

Reporter: Yohana Belinda

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Ini: