Sukses

Pengamat: Gaya PM Malaysia Muhyiddin Yassin Kalem, Cocok dengan Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Muhyiddin Yassin sudah dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia pada Minggu 1 Maret. Ia menggantikan koleganya sendiri Mahathir Mohamad dari kursi kepemimpinan.

Naiknya Muhyiddin Yassin sebagai PM diprediksi membawa pengaruh positif ke hubungan bilateral dengan Indonesia. Ini tak lepas dari karakter Muhyiddin yang kalem sehingga bisa cocok dengan Presiden Joko Widodo. Muhyiddin pun sudah punya koneksi dengan tokoh-tokoh Indonesia.

"Saya kira cocok, yang satu orang Jawa, yang satu orang Melayu, dan Muhyiddin ini terkenal kalem, tidak kontroversi. Juga orangnya sangat akrab dengan tokoh-tokoh Indonesia. Saya kira banyak tokoh-tokoh KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) yang dia kenal, tokoh-tokoh senior," ujar peneliti hubungan internasional LIPI Alfitra Salam kepada Liputan6.com, Senin (2/3/2020).

Berdasarkan segi rekam jejak, Muhyiddin Yassin pun tidak kontroversial, meski tidak terlalu menonjol. Sebelumnya, Muhyiddin pernah beberapa kali menjadi menteri, seperti Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertanian, Menteri Pendidikan, Menteri Perdagangan, dan Menteri Pemuda dan Olahraga.

Faktor lain menunjang adalah dari segi garis keturunan Muhyiddin merupakan keturunan Bugis dan Jawa. Bapaknya merupakan orang Bugis. Secara psikologis, ini memberikan keuntungan bagi Indonesia.

"Saya kira secara psikologi untungnya lebih banyak karena secara historis dia ada leluhurnya di Indonesia," ujar Alfitra. "Jadi saya melihat karena kedekatan lelulur dan selama ini Muhhyiddin selalu melakukan kunjungan ke Indonesia," tambahnya.

Berdasarkan catatan Liputan6.com, Desember lalu Muhyiddin Yassin sebagai Menteri Dalam Negeri  mengunjungi Jakarta untuk membahas tenaga kerja. Muhyiddin pun sempat bertemu dengan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah.

 

2 dari 3 halaman

Faktor Virus Corona

Endi Haryono, dosen HI President University, turut optimistis hubungan Indonesia-Malaysia tetap berjalan baik. Muhyiddin dinilai sebagai sosok teknokrat dan organisator yang baik, serta pro-ASEAN.

Faktor lainnya adalah adanya Virus Corona bisa membuat kedua negara makin erat bekerja sama untuk meredam dampak negatifnya.

"Hubungan dengan Indonesia boleh jadi akan lebih erat dibandingkan sebelumnya, bukan hanya karena Muhyiddin keturunan Bugis, tetapi situasi global karena Virus Corona dan pelambatan ekonomi global akan mendorong Malaysia dan Indonesia lebih erat bermitra ekonomi," ujar Endi yang pernah menjadi visiting lecturer pada School of International Studies, Universitas Utara Malaysia. 

Muhyiddin akan memerinta hingga pemilu 2023 mendatang. Selain ada gejolak politik dari Mahathir Mohamad, kini Muhyiddin harus membentuk pemerintah solid untuk mengurus ekonomi.

"Beliau harus membentuk kabinet yang meyakinkan publik bahwa harapan publik akan pemerintah bersih dan perbaikan ekonomi bisa dipenuhi," ujar Endi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: