Sukses

Burung Hingga Cacing, 6 Fenomena Hewan Jatuh dari Langit Seperti Hujan

Liputan6.com, Jakarta - Siapa yang tidak tahu hujan?

Semua orang pasti sudah tahu apa itu fenomena hujan. Ya, itu merupakan salah satu fenomena alam yang terjadi di dunia.

Seperti saat ini, musim hujan sedang mengguyur Indonesia dan tak sedikit daerah yang tergenang banjir akibat curah hujan yang terlalu tinggi.

Pada umumnya, hujan berkaitan dengan air, petir, dan angin. Tapi ternyata, fenomena hujan tidak hanya berasal air, tetapi hewan-hewan ini bisa terlihat bagaikan "hujan" di beberapa negara, mulai dari jatuh karena membeku hingga akibat karena terbawa oleh angin.

Berikut ini adalah 6 hewan yang pernah berjatuhan dari langit bagaikan hujan, dilansir dari berbagai sumber, Jumat (24/1/2020):

2 dari 8 halaman

1. Hujan Burung

Burung-burung secara brutal terdampak oleh hujan es di Canberra. Para unggas itu jatuh dari langit, seperti hujan, ketika cuaca ekstrem mencengkeram sebagian Australia.

Pengguna media sosial berbagi gambar burung yang terluka akibat hujan es belum lama ini, termasuk jenis kakatua galah dan seekor gagak yang dibawa ke Gedung Parlemen untuk perawatan.

Politikus Australia Anthony Byrne berbagi foto memilukan kakatua yang ia temukan di kebunnya, sepertinya dihantam hujan es Canberra pada 20 Januari 2020.

 

3 dari 8 halaman

2. Hujan Iguana

Suhu di Florida belakangan ini sedang turun, begitu juga dengan kondisi iguana yang ikut melemah.

Iguana berjatuhan dari pohon itu bagaikan hujan. Dengan badan yang membeku dan tidak bisa bergerak, iguana tersebut banyak yang jatuh dari cabang-cabang pohon dan tergeletak begitu saja di pinggir jalan atau di halaman. Telah dipastikan oleh pihak berwenang, iguana tidak ada yang mati, melainkan hanya kedinginan.

Berdasarkan laporan National Weather Service Miami (NWS), dengan suhu terendah mencapai -1 hingga 4 derajat Celcius pada Selasa malam di daerah Miami, beberapa iguana menjadi membeku sehingga gerak mereka melambat dan bahkan menjadi tidak bergerak sepenuhnya.

Melalui akun twitter resmi NWS, pihak lembaga cuaca itu menyampaikan, "Ini bukan sesuatu yang biasanya dapat kami prediksi, tetapi jangan terkejut jika Anda melihat¬†iguana¬†jatuh dari pohon malam ini.‚Ä̬†

Beberapa penduduk setempat juga ikut meramaikan Twitter dengan mengunggah foto iguana jatuh di sekitar mereka.

 

4 dari 8 halaman

3. Hujan Ikan

Di Tampico, Meksiko, pernah terjadi fenomena ikan jatuh dari langit saat hujan ringan melanda daerah itu. Kejadian ini tentunya membuat banyak orang-orang takjub. Demikian dikutip dari laman Oddee.com, Jumat (24/1/2020).

Beberapa ekor 'perenang kecil' yang jatuh dari langit tersebut membuat banyak orang penasaran. Salah satu warga Meksiko mengatakan bahwa ikan-ikan tersebut melayang dan terbawa oleh angin. Pasalnya, beberapa waktu lalu wilayah Amerika Latin sempat diterjang badai besar.

Tak hanya di Meksiko, sebuah kota di Honduras, Yoro, pernah diguyur hujan ikan. Hal itu diyakini sebagai peristiwa yang sekali terjadi dalam satu abad. Orang-orang di daerah itu menyebutnya fenomena Lluvia de Peces.

Sejumlah tempat di Australia mengalami kekeringan parah, termasuk di kota Winton, negara bagian Queensland. Namun, ketika hujan akhirnya turun, ternyata tak sekedar mencurahkan air, melainkan ikan yang bermunculan bagaikan hujan.

Seorang warga bernama Tahnee Oakhill mengaku terkejut saat melihat sejumlah ikan bergeletakan di jalan depan rumahnya. Demikian dikutip dari Australian Broadcasting Company, Senin (24/1/2020).

Di Skotlandia rupanya juga pernah terjadi hujan ikan. Awalnya, ratusan ikan kecil ditemukan berserakan di belakang salah satu rumah warga. Namun setelah hujan berhenti, banyak warga yang melaporkan bahwa terdapat banyak ikan kecil berserakan.

5 dari 8 halaman

4. Hujan Katak

Suatu ketika, tentara yang tengah perang waktu itu kaget mendapati hujan yang jatuh bukan berupa air. Malahan, katak-katak muda berukuran kecil yang berjatuhan dari langit.

Para tentara yang sedang bertempur pada saat itu sangat terkejut ketika menyadari bahwa hujan yang jatuh dikepala mereka bukan hanya air, tetapi bersamaan dengan katak muda berukuran kecil.

Karena terlalu banyak, katak-katak tersebut sampai terhimpit di dalam topi bahkan kantung yang ada di seragam prajurit.

Selain di Prancis, hujan katak juga pernah terjadi di Massachusets (AS) pada September 1953, Naphlion (Yunani) pada Mei 1981, Kansas City (AS) pada 1873, dan di Jepang. Fenomena itu sendiri sebenarnya bisa dijelaskan secara ilmiah.

6 dari 8 halaman

5. Hujan Cacing

Hujan cacing pernah terjadi pada tahun 2007 di Jennings, yang dialami oleh salah satu karyawan Departemen Kepolisian Jennings, Eleanor Beal.

Ia mengatakan bahwa tiba-tiba binatang itu berjatuhan dari langit, tetapi pada awalnya ia belum mengetahui binatang apa yang jatuh. Demikian dilansir dari KPLCTV.com, Jumat (24/1/2020).

"Itu bukan burung dan bukan pesawat, itu adalah cacing," kata Beal. Gumpalan kusut besar itu jatuh tepat pada dirinya dan petugas wanita lainnya.

Ketika ia melihat cacing-cacing itu bergerak, ia segera menyingkirkannya dan berlali secepat mungkin untuk berlindung. Kabar bahwa hujan cacing sejauh ini diambil sehingga Petugas Komunikasi Martha Amie harus melihatnya untuk mempercayainya.

Di Norwegia, hujan cacing rupanya juga penah terjadi. Dilansir dari Independent.co.uk, Jumat (24/1/2020), kejadian itu dialami oleh guru biologi, Karstein Erstad, saat dia bermain ski di pegunungan.

Ia mengatakan bahwa melihat gumpalan cacing di salju. Saat ia periksa, ternyata cacing itu masih hidup. 

Satu teori populer tentang hujan hewan menunjukkan bahwa cacing-cacing itu mungkin telah diangkat oleh udara dan kemudian dibawa turun jauh dari tempat awal mereka. Selain itu, teori berbeda juga mengatakan semburan air, cuaca yang mirip dengan tornado, dapat membawa hewan kecil tersebut dari laut hingga tiba di darat.

7 dari 8 halaman

6. Hujan Laba-laba

Hujan laba-laba pernah terjadi di dataran Pegunungan San Bernardo, Argentina. Pada April 2007 itu, ribuan laba-laba dari berbagai ukuran dan warna berjatuhan dari langit dan membuat warga ketakutan. Belum dapat dijelaskan penyebab fenomena tersebut.

Dilansir dari Popularmechanics.com, Jumat (24/1/2020), di sana, penduduk melaporkan bahwa langit dipenuhi dengan laba-laba secara tertata bagaikan hujan. 

Peristiwa semacam ini dilaporkan umum untuk spesies khusus laba-laba-tenun-orb ini di bagian selatan Amerika Selatan. Pada malam yang lembab, laba-laba ini bekerja sama untuk menenun jaring raksasa yang membentang puluhan kaki dan menjangkau dari pohon ke pohon. 

 

Reporter: Jihan Fairuzzia

8 dari 8 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
BPPT: Teknologi Modifikasi Cuaca Tak Mampu Jangkau Awan Hujan Malam Hari
Artikel Selanjutnya
BMKG: Waspada, Hujan Lebat Guyur Indonesia hingga Awal Maret 2020