Sukses

Ketahuan Palsukan Resume, Wanita Pejabat Publik Australia Dipenjara 1 Tahun

Liputan6.com, Australia - Demi mendapatkan jabatan publik dengan gaji tinggi, seorang wanita Australia berbohong dan memalsukan resume serta membuat referensi yang 'menakjubkan' saat melamar pekerjaan.

Pemerintah Daerah Australia pun menjatuhkan hukuman satu tahun penjara kepada wanita bernama Veronica Hilda Theriault (46) itu, seperti dilansir CNN, Kamis (5/12/2019).

Ia dikenai hukuman atas penipuan, ketidakjujuran, dan penyalahgunaan jabatan publik, terkait dengan permohonannya pada 2017 untuk peran kepala petugas informasi.

Atas jabatan yang didudukinya itu, Veronica mendapat gaji tahunan sebesar 270.000 dolar Australia atau Rp 2,6 miliar di Departemen Premier dan Kabinet (DPC) Pemerintah Australia Selatan.

2 dari 4 halaman

Tak Hanya Resume, Foto pun Palsu

Wanita berusia asal Australia itu menulis berbagai kebohongan dalam resume-nya, bahkan menyamar sebagai mantan kepala pemimpin agar dirinya mendapatkan feedback yang fantastis tentang kinerjanya sendiri untuk bidang pekerjaan itu.

Pengadilan mendengar bahwa dia mengajukan resume palsu itu ke departemen dengan memalsukan informasi pendidikan dan pekerjaan sebelumnya.

Namun, kebohongannya tidak sampai di situ.  Dalam pengajuan sebelumnya, pengadilan mendengar bahwa Theriault menggunakan foto supermodel Kate Upton sebagai foto profil LinkedIn-nya, menurut afiliasi CNN, 7 News.

Dan setelah memulai posisi pada bulan Agustus, dia ditemukan telah mempekerjakan saudara laki-lakinya, meskipun dia tidak memiliki kualifikasi untuk melakukan peran itu.

3 dari 4 halaman

Theriault Malu dan Mengakui Kesalahan

Kasusnya menjadi mencurigakan ke departemen setelah kesehatan mentalnya memburuk tak lama setelah dia mulai bekerja di posisi itu.

Dilaporkan CNN, dalam pidatonya, Hakim Michael Boylan mengatakan dia telah memperhitungkan kesehatan mental Theriault, tetapi dia menambahkan bahwa tuduhan itu "serius."

Pengacara pembela Theriault sebelumnya mengatakan kepada pengadilan bahwa dia sangat malu atas apa yang telah ia lakukan. Dia mengaku bersalah atas semua tuduhan dan menerima hukuman 25 bulan dengan periode non-pembebasan bersyarat setahun.

Pengadilan juga diberi tahu bahwa dia sebelumnya menggunakan resume dengan informasi palsu untuk mendapatkan pekerjaan di dua perusahaan pada 2012 dan 2014.

 

 

 

Reporter: Jihan Fairuzzia

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Loading
Artikel Selanjutnya
Australia Jadi Salah Satu Kawasan Terpanas Tahun 2019, Suhu Ekstrem Menanti di 2020
Artikel Selanjutnya
Kisah Haru Polisi Australia yang Rumahnya Terbakar Saat Bertugas