Sukses

Sering Tak Sadari, 10 Kebiasaan Ini Memicu Kerusakan Otak

Liputan6.com, Jakarta - Otak adalah organ yang sangat penting dari tubuh manusia. Otak berfungsi sebagai pusat pikiran, dan emosi serta memungkinkan manusia untuk menafsirkan dan berinteraksi dengan dunia sekitar.

Otak adalah organ yang tidak bisa mendapatkan transplantasi, jadi sangat penting bagi manusia untuk merawat apa yang sudah dimiliki sekarang. 

Nyatanya, ada kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan tanpa sadar dan ternyata dapat memicu kerusakan otak.

Berikut adalah 10 kebiasaan yang tanpa disadari dapat memicu kerja otak:

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 12 halaman

1. Penggunaan Ganja

Sebagian orang memilih memakai ganja sebagai cara mereka untuk merasa lebih rileks, santai dan bebas dari rasa sakit. Sayangnya, ganja juga dapat memicu kerusakan memori.

Sebuah penelitian telah menemukan efek penggunaan ganja terhadap fungsi memori. Penelitian telah menunjukkan bahwa otak yang terpapar ganja pada usia muda menunjukkan beberapa dampak pada fungsi kognitif mereka di kemudian hari.

3 dari 12 halaman

2. Kebiasaan Melamun

Menjaga otak tetap aktif tentu penting untuk kelangsungan hidup manusia. Otak membutuhkan input dan informasi baru untuk diproses agar dapat terus membangun dan memperkuat koneksi.

Semakin sering otak, terutama otak yang lebih tua, bekerja untuk beralih antara keadaan fokus dan tidak fokus, maka akan semakin sulit untuk terus beralih. Faktanya, penelitian telah menunjukkan efek amnesik terhadap lamunan.

Semakin jauh pikiran Anda bergerak dari tempat Anda berada sekarang, semakin besar efeknya, dan semakin sulit untuk mengingat apa yang terjadi sebelum lamunan. Sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa peserta yang diminta melamun tentang acara yang sangat baru (beberapa jam yang lalu) lebih baik dalam mengingat kata-kata yang baru saja ditampilkan daripada orang yang melamun dari beberapa minggu yang lalu.

4 dari 12 halaman

3. Tidak Konsumsi Obat Saat Sakit

Darah sangatlah penting bagi otak. Otak manusia membutuhkan aliran darah dan gula yang konstan untuk tetap berfungsi dengan baik, dan gangguan atau perubahan apa pun dalam aliran darah dapat memiliki efek yang signifikan.

Jika seseorang didiagnosis menderita hipertensi atau diabetes, ada kemungkinan mereka minum obat setiap hari untuk menjaga kesehatannya. Jika mengonsumsi obat lebih dari dosis yang diberikan, hal itu dapat menyebabkan kerusakan dini pada otak dan pembuluh darah.

5 dari 12 halaman

4. Mengurung Diri di Rumah

Tahukah Anda bahwa menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman adalah hal yang penting bagi otak?

Bersosialisasi dapat memperkuat otak dan mengurangi risiko demensia. Bagaimana cara kerjanya? Memiliki hubungan sosial yang positif meningkatkan kesehatan mental, sehingga meningkatkan pandangan kita dan mengurangi risiko depresi, yang tentunya diketahui memiliki efek negatif pada otak.

Terlibat aktif dengan orang lain juga membantu meningkatkan daya ingat dan keterampilan kognitif Anda. Yang lebih baik adalah jika Anda menggabungkannya dengan kegiatan fisik. Pergi berjalan-jalan dengan seseorang di taman, menghadiri kelas di gym, atau mengunjungi museum memungkinkan Anda untuk terlibat secara sosial dan mencapai tujuan latihan Anda.

6 dari 12 halaman

5. Sering Begadang

Kita semua butuh tidur. Hal yang tidak dapat dipungkiri.

Kita mungkin sering mengingkarinya, ketika kita memutuskan untuk menunda tidur. Namun pada akhirnya, manusia memang tetap membutuhkan tidur.

Tidur adalah hal yang baik karena membantu membentuk ingatan baru dan membuat saluran baru di otak. Tidur juga membantu menghilangkan racun yang menumpuk di otak kita saat kita terjaga. Orang dewasa rata-rata membutuhkan tujuh hingga sembilan jam tidur. Sayangnya, tuntutan hidup harus masuk dan membuat tidur terasa tidak begitu penting.

Kurang tidur dapat menyebabkan kerusakan otak yang berlangsung lama. Depresi dapat mulai terbentuk, yang selanjutnya dapat memicu timbulnya imnosia. Kurang tidur juga dapat meningkatkan nafsu makan, yang dapat membuat orang makan lebih banyak (berpotensi manis) dan menimbulkan obesitas.

7 dari 12 halaman

6. Konsumsi Banyak Gula

Mengonsumsi banyak kandungan gula ternyata tak hanya timbulkan obesitas tapi juga dapat mengembangkan resistensi terhadap insulin.

Insulin adalah hormon yang digunakan tubuh untuk mengatur kadar gula darahnya. Itulah sebabnya mengapa insulin sangat penting bagi penderita diabetes.

Sayangnya, jika asupan gula menyebabkan perubahan kadar insulin, maka itu dapat mengubah cara sel menggunakan dan menyimpan gula. Perubahan ini akan memengaruhi bagaimana neuron bereaksi terhdap gula.

8 dari 12 halaman

7. Terlalu Banyak Konsumsi Alkohol

Studi menunjukkan bahwa dua gelas alkohol dalam sehari adalah jumlah maksimum yang masih dalam batas wajar. 

Namun jika terlalu banyak, ada banyak hal yang dapat terjadi. Darah tinggi, serangan jantung dan stroke adalah potensi penyakit yang bisa disebabkan alkohol. Otak sangat membutuhkan aliran darah yang baik dan stabil agar dapat berfungsi dengan baik. Jika terlalu banyak mengonsumsi alkohol, otak juga akan mengalami dampak buruknya.

9 dari 12 halaman

8. Kebiasaan Merokok

Efek buruk nikotin yang terkandung dalam rokok ternyata tidak hanya mempengaruhi fungsi paru-paru, tapi juga termasuk kerja otak. 

Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang merokok, rata-rata, memiliki korteks yang lebih tipis daripada mereka yang tidak merokok. Korteks (alias korteks serebral) adalah bagian otak yang memproses memori, bahasa, dan persepsi. Saat korteks menyusut, kemampuan otak di area itu juga menyusut.

Sayangnya, masalahnya tidak hilang sepenuhnya setelah seseorang berhenti merokok. Karena lapisan otak tidak bisa kembali seperti semula.

10 dari 12 halaman

9. Mengonsumsi Suplemen Memori

Suplemen tersebut ternyata bisa menjadi serangan balik ke tubuh manusia. Terlebih jika dibarengi dengan konsumsi obat-obat jenis lain.

Maka, sangat penting bagi kita untuk mengikuti saran dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan tersebut. 

11 dari 12 halaman

10. Jarang Bergerak dan Berolahraga

Penelitian membuktikan bahwa berolahraga akan berpengaruh bagi memori. Hal ini bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan fungsi memori.

Tak hanya baik bagi kesehatan otak, berolahraga tentu akan baik pula bagi organ tubuh lainnya.

Jangan khawatir tentang rutinitas tertentu atau gerakan yang sulit. Yang terpenting hanyalah berkeringat.

12 dari 12 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Terapis Klaim Berpelukan Bisa Memberi 5 Manfaat Ini bagi Tubuh Anda
Artikel Selanjutnya
Janda Miliarder Sumbang Rp 2 Triliun Demi Pasien Penyakit Mental