Sukses

HEADLINE HARI INI:PERPISAHAN WAPRES, MENGENANG EKSISTENSI JK DI PANGGUNG POLITIK NASIONAL

Terkuak Penampakan Objek Mirip Monster Loch Ness di China, Ternyata...

Liputan6.com, Beijing - Sebuah objek hitam misterius berukuran panjang dan berwarna gelap terlihat mengambang di permukaan Sungai Yangtze, China.

Penampakan benda ini di-posting ke media sosial dan situs pengunggah video, yang kemudian membuat warganet berspekulasi bahwa itu kemungkinan adalah monster penunggu sungai -- seperti mitos di Loch Ness, Skotlandia.

Video diambil oleh seseorang dari atas kapal yang sedang berlayar di dekat Three Gorges Dam, Provinsi Hubei, dan disebarkan pada Jumat, 13 September 2019.

Di Weibo, rekaman dan utas diskusi tentang objek itu telah dilihat lebih dari 32 juta kali sejak muncul pada Jumat kemarin. Kabar ini bahkan diangkat oleh sebagian besar media utama di China, termasuk Beijing Youth Daily, CCTV (milik pemerintah) dan China Daily.

Beberapa warganet percaya, apa yang terlihat di permukaan sungai hanyalah bagian atas dari sesosok makhluk yang tubuhnya jauh lebih besar, yang kemudian disebut "Three Gorges Water Monster". Beberapa warganet lain berteori: "Apakah polusi di sungai dapat memunculkan monster itu?"

Di satu sisi, para ilmuwan menolak gagasan tentang spesies baru, dengan mengatakan bahwa itu kemungkinan besar adalah ular air raksasa. Akan tetapi, kini 'tanda tanya besar' tersebut terungkap.

Rupanya, objek ini hanyalah kantong udara (airbag) industri sepanjang 20 meter.

Pada Selasa pekan ini, pekerja di dermaga feri yang sedang beroperasi di sekitar sungai, mengambil sepotong pipa panjang yang kemungkinan dibuang dari galangan kapal.

Foto-foto dari media lokal juga menunjukkan sepotong besar sampah hitam tersapu di pantai, dekat lokasi penampakan objek tersebut.

2 dari 3 halaman

Pencemaran Sungai Yangtze

Sungai Yangtze, sungai terbesar dan terpanjang di Asia (membentang dari tepi Tibet ke pantai timur China) kini menjadi salah satu sungai yang paling tercemar akibat pertumbuhan industri dan penangkapan ikan yang berlebihan.

Aktivis lingkungan yakin dua kegiatan itu diperparah oleh pembangunan bendungan, yang selesai pada 2012. Ini adalah proyek pembangkit listrik tenaga air yang diklaim terbesar di dunia.

Diperkirakan sepertiga spesies ikan di sungai terancam punah dan lumba-lumba baiji, yang diyakini telah hidup di Sungai Yangtze selama lebih dari 20 juta tahun, sudah lenyap.

Baiji (Lipotes vexillifer) adalah lumba-lumba air tawar yang hanya dapat ditemui di Sungai Yangtze. Lumba-lumba ini disebut "Dewi Yangtze" karena dianggap menjadi penjaga kawasan perairan di sana.

Selain itu, baiji pun disebut lumba-lumba Sungai Tiongkok, lumba-lumba Sungai Yangtze, atau lumba-lumba sirip putih.

 

3 dari 3 halaman

'Makhluk' yang Hidup di Yangtze

Sungai Yangtze adalah sungai terpanjang di Asia, yaitu 6.300 km, dan sungai terpanjang ketiga di dunia. Namun, polusi telah sangat mempengaruhi air sungai dalam beberapa tahun terakhir, yang berarti bahwa ekosistemnya menjadi lebih sempit.

Makhluk terbesar yang diperkirakan ada di Sungai Yangtze saat ini adalah salamander raksasa Tiongkok, yang panjangnya bisa mencapai 1,8 meter. Spesies ini terancam punah, sebagian besar sebagai akibat dari polusi.

China tidak asing dengan teori konspirasi tentang makhluk mitos yang bersembunyi di kedalaman perairan --sebagaimana 'Loch Ness Monster' di Skotlandia.

Sejak 1987, berbagai diskusi perihal "monster danau" di Danau Kanas, barat laut Xinjiang, telah marak didiskusikan. Klaim penampakan juga beredar.

Namun, pakar percaya bahwa itu adalah taimen raksasa, spesies salmon yang dapat tumbuh hingga 180 cm, kata koran pemerintah, China Daily.

Baru-baru ini, pada Agustus 2017, rekaman viral menunjukkan makhluk air yang tidak biasa tampaknya mengangkat kepalanya di perairan Kabupaten Luoping di provinsi Yunnan Barat Daya.

Namun, para pejabat menolak itu sebagai "monster", melainkan seekor buaya atau sepotong sampah mengambang.

Loading
Artikel Selanjutnya
Malaysia Hapus Peta China dari Film Abominable, Ada Apa?
Artikel Selanjutnya
Perusahaan China Kalahkan AS di Daftar Fortune Global 500