Sukses

Elon Musk Berencana 'Ledakkan' Mars dengan Nuklir, Apa Faedahnya?

Liputan6.com, Hawthorne - Elon Musk baru-baru ini kembali menunjukkan keseriusannya untuk meledakkan nuklir di Mars --sebuah rencana yang telah ia utarakan sejak empat tahun lalu, berkenaan dengan kajian untuk menciptakan kondisi pendukung kehidupan di planet merah itu.

Pendiri dan CEO SpaceX membeberkan ide itu pada 2015 saat penampilannya di "The Late Show with Stephen Colbert." Ia menjelaskan bahwa menguapkan lapisan es Mars dengan nuklir akan menjadi cara yang baik untuk menghangatkan planet itu, dan cukup bagi kolonis manusia untuk hidup relatif nyaman.

Musk menggeber kembali gagasan itu baru-baru ini melalui Twitter. Ia mengunggah di Twitter dengan menuliskan "Nuke Mars!".

Kampanye yang dimaksud juga dilakukan dengan menjual t-shirt bertuliskan 'Nuke Mars'. T-shirt itu pun kini sudah tersedia situs SpaceX dan dijual dengan harga USD 25 (Rp 355 ribu).

"Nuke Mars mengacu pada aliran terus-menerus dari ledakan fusi nuklir yang sangat rendah di atas atmosfer untuk menciptakan matahari buatan, sama seperti Matahari kita. (Tapi ini) tidak akan menyebabkan Mars menjadi radioaktif," pengusaha itu men-tweet pada 20 Agustus 2019, seperti dikutip dari Space.com, Kamis (22/8/2019).

"Tidak berisiko & dapat disesuaikan/ditingkatkan secara waktu nyata. Intinya perlu mencari cara paling efektif untuk mengubah massa menjadi energi, karena Mars agak terlalu jauh dari reaktor fusi tata surya (matahari) ini," tambahnya di lain tweet, menanggapi seseorang yang bertanya tentang risiko yang terkait dengan rencana pengkondisian layak hidup bak bumi (terraforming) di planet merah.

Musk berambisi untuk membantu umat manusia mengkolonisasi Mars. Dia telah berulang kali menekankan bahwa ide dari berdirinya SpaceX pada tahun 2002 adalah demi tujuan jangka panjang tersebut.

Perusahaan itu sekarang mengembangkan sistem ruang angkasa untuk mewujudkan semuanya: pesawat ruang angkasa 100 penumpang bernama Starship dan roket besar yang disebut Super Heavy.

Dua pesawat yang dapat digunakan berulangkali itu diperkirakan akan memulai peluncuran operasional pada awal 2021 dan mulai menerbangkan orang pada tahun 2023, perwakilan SpaceX mengatakan. Jika semuanya berjalan dengan baik, misi perjalanan ke Mars yang mengangkut manusia bisa dimulai di tahun 2020-an.

 

2 dari 3 halaman

Antusias

Ini bukan pertama kalinya Musk melibatkan pengikutnya dalam diskusi penting tentang ide ke-antariksaan. Hal itu sering dilakukannya di Twitter, di mana ia turut antusias dalam menjawab pertanyaan para netizen.

Sebagai contoh, seseorang menyarankan untuk menggunakan "pesawat balon surya" di Planet Merah untuk meningkatkan pembangkit tenaga surya dan panas.

"Lebih sulit daripada yang terlihat di Mars, karena kepadatan atmosfer adalah 1% dari Bumi & gravitasi adalah 38%, tetapi bisa dilakukan untuk pemanasan lokal," Musk menjawab saran pengikutnya.

Ahli astrofisika dan YouTuber Scott Manley menyarankan pengalihan beberapa komet untuk berdampak pada kutub Mars, yang memicu veteran kedirgantaraan Dennis Wingo berkicau, "Mengapa semua orang selalu berpikir bahwa mengalihkan komet itu mudah?"

Kemudian Musk merespons: "Benar, mengalihkan komet akan sangat sulit. Bisa dilakukan dengan asteroid kecil & pengemudi massal, tetapi ini berisiko."

Gagasan Musk akan terraforming mungkin telah berevolusi sejak ia mendirikan SpaceX. Sebenarnya, mereka dapat berubah secara dramatis dalam beberapa hari ke depan, jika salah satu dari tweet kemarin adalah panduan dari bagaimana Musk merealisasi ide-idenya.

"Mungkin masuk akal untuk memiliki ribuan satelit reflektor surya untuk menghangatkan Mars vs matahari buatan," tulis Musk dalam kicauan ide lain.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Tragedi Kabut Asap
Loading
Artikel Selanjutnya
SpaceX Luncurkan Pesawat Murah untuk Tingkatkan Industri Satelit Kecil
Artikel Selanjutnya
Tesla Hanya Jual Gaya Hidup, Bukan Solusi Ramah Lingkungan