Sukses

Heboh Pendaki Wanita Hipotermia di Gunung Rinjani, Ini Cara Penanggulangannya

Liputan6.com, Jakarta - Media sosial diramaikan dengan informasi adanya pendaki perempuan di Gunung Rinjani yang terkena hipotermia.

Guna menyelamatkan nyawanya, wanita itu disarankan untuk disetubuhi agar suhu tubuhnya kembali normal dari hipotermia.

Namun, cara semacam ini banyak dikritik sejumlah netizen. Tak heran, akun @willykurniawani yang memposting tangkapan gambar itu ramai diperbincangkan.

Lalu, apa penyebab terjadinya hipotermia? Dan bagaimana cara penanggulang hipotermia yang benar? Seperti dikutip dari laman Mayo Clinic, berikut selengkapnya:

 

2 dari 5 halaman

1. Diagnosa

Diagnosis hipotermia biasanya jelas berdasarkan tanda-tanda fisik seseorang. Biasanya, suhu tubuh normal ada di angka 37 derajat celsius. Namun, suhu tunuh seseorang yang hipotermia bisa di bawah 35 derajat celsius.

Tes darah juga dapat membantu memastikan hipotermia dan tingkat keparahannya. Diagnosis mungkin tidak segera terlihat, jika gejalanya ringan maka hanya akan menggigil biasa.

 

3 dari 5 halaman

2. Pengobatan

Untuk pengobatan yang baik, maka seseorang yang hipotermia bisa dilarikan ke rumah sakit. Namun, jika seseorang tersebut berada di lokasi yang sulit maka harus menjalani proses pertolongan pertama.

Pertolongan Pertama:

1. Evakuasi seseorang tersebut ke tempat yang lebih hangat dan tidak terpapar udara luar secara langsung. Misalnya jika seseorang berada di gunung maka segera masukan ia ke tenda.

2. Bersikap baik dan tidak kasar pada seseorang tersebut. Jangan memijat atau menggosok badannya. Gerakan yang lebih kuat dapat menghentikan detak jantung.

3. Lepaskan pakaiannya yang basah. Jika orang tersebut mengenakan pakaian basah, lepaskan. Atau lepaskan pakaiannya jika perlu untuk menghindari gerak berlebihan.

4. Tutupi orang itu dengan selimut. Gunakan lapisan selimut atau mantel kering untuk menghangatkan orang tersebut. Tutupi kepala orang itu, dan biarkan wajahnya terbuka.

 

4 dari 5 halaman

Pertolongan Selanjutnya

5. Pantau pernapasan. Seseorang dengan hipotermia berat mungkin tampak tidak sadar, tanpa tanda-tanda nadi atau pernapasan yang jelas. Jika pernapasan orang itu berhenti atau tampak sangat rendah dan dangkal, segera mulai CPR.

6. Sediakan minuman hangat. Jika orang yang terkena hipotermia maka berikan minuman yang hangat, manis, tidak mengandung alkohol serta tanpa kafein untuk membantu menghangatkan tubuhnya.

7. Gunakan kompres hangat pertolongan pertama (kantong plastik berisi cairan yang hangat saat diperas). Oleskan kompres hanya ke leher, dada atau pangkal paha. Jangan gunakan kompres hangat pada lengan atau kaki.

Panas yang diberikan pada lengan dan kaki memaksa darah dingin kembali ke jantung, paru-paru dan otak.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: