Sukses

Ahli: Kualitas Tidur yang Baik Bisa Sembuhkan Cedera dan Luka

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian dari Anda mungkin pernah mendengar bahwa istirahat yang cukup bisa membantu memulihkan cedera. Ternyata, istirahat saja tidak terlalu cukup.

Jika Anda ingin luka atau cedera di tubuh lekas sembuh maka Anda bisa melakukan langkah sederhana ini.

Dikutip dari laman orthocarolina.com, Jumat (28/6/2019), langkah sederhana itu adalah tidur dengan kualitas terbaik.

Tidur tepat waktu dan tidak terlalu malam adalah poin utamanya. Seorang atlet prefesional selalu dituntut untuk disiplin dalam pemulihan cedera.

Tak hanya cedera otot, dengan kualitas yang baik cedera pada tulang pun juga bisa terobati.

"Jika Anda ingin meningkatkan daya atletis Anda, mengurangi risiko cedera, mengurangi rasa sakit yang persisten, pulih lebih cepat, meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda dan memiliki lebih banyak energi, maka tidur adalah pilihan yang tepat," ujar John DeLucchi, Manajer Terapi Fisik untuk OrthoCarolina Mooresville.

"Istirahat yang tepat dapat menjadi katalis untuk mencapai hasil ini. Jika Anda seorang atlet, ini adalah metrik yang harus Anda lakukan," tambahnya.

Jumlah tidur yang dibutuhkan per malam bervariasi dari dari masing-masing individu. Tetapi secara umum, kebanyakan orang dewasa harus tidur antara tujuh dan sembilan jam setiap malam.

Otot dan jaringan memperbaiki cedera pada tubuh dan meremajakannya saat kita tidur. Jadi jika Anda tidak mendapatkan jumlah istirahat yang cukup setiap malam, itu akan menjadi lebih sulit bagi tubuh Anda untuk bangkit kembali dari cedera.

Jika Anda benar-benar ingin menjadi lebih baik, Anda perlu memberi waktu tubuh Anda untuk sembuh.

2 dari 2 halaman

Ilmu di Balik Tidur dan Pemulihan Kondisi Tubuh

Alasan pertama berkaitan dengan aliran darah. Saat Anda memasuki tahap tidur yang lebih dalam, otot Anda akan melihat peningkatan aliran darah, yang membawa oksigen dan nutrisi yang membantu memulihkan dan memperbaiki otot serta meregenerasi sel.

Hormon juga berperan. Ketika tubuh memasuki tahap tidur nyenyak yang dikenal sebagai tidur non-REM, kelenjar hipofisis melepaskan hormon pertumbuhan yang merangsang perbaikan dan pertumbuhan otot.

Ketika tubuh tidak cukup istirahat, sekresi hormon pertumbuhan ini menurun, dan bisa menjadi lebih sulit bagi tubuh Anda untuk pulih dari cedera.

Hormon prolaktin yang membantu mengatur peradangan, juga dilepaskan saat tidur. Jika Anda tidak cukup tidur, Anda cenderung mengalami peradangan di dalam tubuh, yang dapat membuat pemulihan cedera menjadi lebih sulit.