Sukses

WHO: Wabah Ebola Belum Menjadi Keadaan Darurat Global

Liputan6.com, New York - Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) memutuskan untuk tidak menyatakan wabah Ebola sebagai darurat kesehatan masyarakat internasional, meskipun penyakit itu baru-baru ini menyebar dari Republik Demokratik Kongo (DRC) ke Uganda.

Komisi darurat WHO menggambarkan wabah itu sebagai "kejadian luar biasa" yang sangat memprihatinkan, tetapi belum memenuhi kriteria untuk ditetapkan sebagai darurat internasional, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Sabtu (15/6/2019).

Panel pernah menggunakan label "darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional" hanya empat kali sejak komisi itu dibentuk pada tahun 2005.

Darurat kesehatan itu yaitu pada pandemi flu babi tahun 2009, penyebaran virus polio pada tahun 2014, epidemi Ebola di Afrika Barat yang dimulai pada tahun 2014, dan virus Zika pada 2016.

Penetapan itu biasanya memicu lebih banyak dana dan kesadaran politik tentang situasi tersebut.

Wabah Ebola saat ini di DRC telah menewaskan lebih dari 1.400 orang sejak merebak Agustus lalu.

Pekan ini virus itu menyebar ke Uganda dan ada kekhawatiran wabah itu, yang juga dekat dengan perbatasan Rwanda dan Sudan Selatan, akan menyebar ke negara-negara lain.

2 dari 3 halaman

Risiko Penyebaran di Negara Tetangga

Penjabat ketua komisi darurat WHO, Preben Aavitsland Jumat kemarin mengatakan, selama wabah berlanjut di Kongo, "akan ada risiko penyebaran ke negara-negara tetangga."

Namun, katanya, "risiko penyebaran ke negara-negara di luar kawasan tetap rendah."

Direktur jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, hari Jumat mengatakan, ia menerima saran panel.

Tedros, yang berada di DRC untuk meninjau respon terhadap Ebola, mengatakan kepada wartawan, "Meskipun saat ini wabah tidak menimbulkan darurat kesehatan global, saya ingin menekankan bahwa wabah ini sangat darurat," bagi mereka yang terimbas.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Loading
Artikel Selanjutnya
WHO Nyatakan Wabah Ebola di Kongo jadi Darurat Kesehatan Internasional
Artikel Selanjutnya
Sudan Selatan Siaga Tinggi Infeksi Virus Ebola