Sukses

5 Teror Tempat Ibadah Seperti Penembakan di Masjid Selandia Baru

Liputan6.com, Christchurch - Penembakan masjid terjadi di Selandia Baru, tepatnya di Kota Christchurch, pada Jumat pagi, 15 Maret 2019. Serangan menyasar sebuah masjid bernama Al Noor Mosque dekat Hagley Park.

Insiden itu adalah pertama kalinya dalam sejarah Selandia Baru, otoritas lokal menyebutnya sebagai "tindakan kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya". Kepolisian setempat juga mengecam tindakan di Christchurch, mengatakan bahwa tidak akan ada tempat untuk kekerasan semacam itu.

Seorang jemaah yang tengah berada di lokasi kejadian mengatakan kepada media, bahwa serangan terjadi saat salat Jumat berlangsung. Saksi mata itu tengah berdiri di sisi masjid, menyimak bacaan imam dengan khusyuk, demikian dikutip dari NBC News.

Insiden semacam ini bukanlah kali pertama, sebelumnya sudah ada beberapa serangan di tempat ibadah sejumlah negara. Seperti dikutip dari berbagai sumber, Jumat (15/3/2019), berikut 5 kasus teror berdarah yang berlokasi rumah ibadah:

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 6 halaman

1. Penembakan 6 Orang di Masjid Quebec

Alexandre Bissonneete (29), pelaku pembunuhan terhadap enam orang muslim yang tengah salat berjamaah di masjid Kota Quebec Kanada pada 2017, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Pemuda 29 tahun yang menembaki jemaah di masjid Quebec Islamic Cultural Centre pada Minggu malam 29 Januari 2017 itu bertepatan dengan salat isya. Insiden itu menewaskan 6 jemaah.

Tak lama kemudian, polisi menangkap dua pria, salah satunya adalah Bissonnette.

Ada lebih dari 50 orang berada di masjid kala penembakan terjadi. Sebanyak 19 orang dilaporkan terluka. Lima jemaat masih di rumah sakit, dua di antaranya dalam kondisi kritis.

Seorang pria keturunan Maroko yang juga ditahan, Mohamed Khadir dibebaskan dan berstatus sebagai saksi mata.

Polisi di Provinsi Quebec merilis nama 6 korban yang tewas terbunuh. Mereka adalah: Azzeddine Soufiane, ayah tiga anak berusia 57 tahun yang memiliki toko daging. Khaled Belkacemi, profesor food science department di Laval University. Ia berusia 60 tahun.

 

3 dari 6 halaman

2. Penembakan di Masjid Thailand

Penembakan brutal terjadi di dekat sebuah masjid di Thailand, 12 April 2012. Akibatnya, tiga orang tewas. Korban tewas adalah jamaah yang usai melaksanakan salat di masjid tersebut. Mereka tewas tertembak setelah keluar dari Masjid Praow Banna di Pattani, Thailand.

Polisi setempat mengatakan. "Mereka masih di dalam masjid ketika mereka ditembak usai salat magrib. Penembakan itu terjadi di daerah yang tengah dilanda pemberontakan di Thailand selatan.

Penyebabnya adalah konflik etnis antara Melayu dan Thai. Akibat konflik itu, lebih dari 5.100 orang tewas baik muslim dan Buddha.

 

4 dari 6 halaman

3. Bom Bunuh Diri di Masjid Nigeria

Setidaknya 50 orang tewas dalam insiden bom bunuh diri yang menargetkan sebuah masjid di Mubi, kota yang terletak di Provinsi Adamawa, Nigeria pada November 2017. Saat peristiwa terjadi, tempat beribadah itu sedang dipadati oleh jemaah yang akan melaksanakan salat subuh.

Seorang saksi mata bernama Abubakar Sule, mengatakan bahwa bomber menyamar menjadi salah satu jemaah.

Mubi merupakan sebuah kota di Adamawa, negara bagian yang dikuasai militan Boko Haram pada 2014. Namun, kelompok itu hengkang dari wilayah tersebut oleh upaya militer pada awal 2015.

Pengeboman yang terjadi pada 21 November 2017 itu, merupakan serangan paling mematikan sejak Desember 2016 di negara bagian yang sama. Peristiwa yang terjadi di pasar itu, merenggut 56 nyawa.

 

5 dari 6 halaman

4. Ledakan di Masjid Afghanistan

Setidaknya 17 orang tewas dan 37 lainnya terluka dalam ledakan di sebuah masjid di provinsi Khost, Afghanistan pada Mei 2018. Warga tengah berkumpul di lokasi kejadian untuk melaksanakan salat maghrib. Masjid yang sama juga digunakan sebagai pusat pendaftaran pemilih.

Seperti dikutip dari BBC, sejumlah korban luka akibat ledakan di masjid di Afghanistan ini berada dalam kondisi kritis.

Sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden ini. Namun, ISIS, lekat dengan serangan serupa.

Insiden ledakan terbaru ini disebutkan, bukan dipicu oleh pelaku bom bunuh diri, melainkan bahan peledak yang ditinggalkan di lokasi.

 

6 dari 6 halaman

5. Korban Tewas Serangan Bom di Masjid Mesir

Pada November 2017, sebuah serangan bersenjata terjadi di Masjid Al Rawdah, Markaz Bir El-Abd, Kota El-Arish, Sinai Utara, Mesir. Jumlah korban tewas mencapai ratusan.

Dilansir dari laman BBC, menanggapi insiden berdarah ini, Presiden Mesir Abdul Fattah Al-Sisi berjanji mengupas tuntas kasus penyerangan semaksimal mungkin.

Serangan bom ini sendiri terjadi saat umat Muslim Mesir tengah menjalankan ibadah salat Jumat pada 24 November 2017.

Kedutaan Besar RI di Kairo menyatakan tidak ada WNI yang menjadi korban atas serangan bom di Sinai, Mesir, pada Jumat, 24 November 2017 waktu setempat.

Bom yang diketahui berjenis Improvised Explosive Device (IED) itu dilancarkan oleh kelompok teroris yang tidak dikenal. Bom itu meledak di samping Masjid Ar-Raudhah, Markaz Bir El-Abd, Kota El-Arish, Sinai Utara, Mesir.

Lempar Telur di Australia, Tradisi Protes Politik Sejak Lama
Loading
Artikel Selanjutnya
Kemkominfo Saring 500 Video Penembakan Masjid Selandia Baru dari Medsos
Artikel Selanjutnya
Duka dan Kecaman Dunia Atas Penembakan di Masjid Selandia Baru