Sukses

Pesawat Kargo Tergelincir di Bandara Kanada, 4 Orang Terluka

Liputan6.com, Halifax - Insiden kecelakaan pesawat dialami sebuah jet kargo Boeing 747 di Bandara Halifax, Kanada. Burung besi itu keluar dari landasan timur pada Rabu dini hari 7 November 2018.

Akibat peristiwa tersebut, empat awak pesawat mengalami luka ringan dan menyebabkan penutupan sementara lapangan terbang.

Seperti dikutip dari VOA Indonesia, Kamis (8/11/2018), pesawat kargo Sky Lease meluncur keluar dari landasan saat melakukan pendaratan terjadwal pada penerbangan dari Chicago, pukul 05.00 waktu setempat. Burung besi itu dijadwalkan untuk mengambil kargo sebelum melanjutkan penerbangan ke China.

Penyebab kecelakaan sejauh ini belum diketahui.

Gambar-gambar yang diunggah di media sosial menunjukkan perut pesawat itu berada di lokasi berumput di luar ujung landasan, dengan jejak puing-puing di belakangnya.

"Para anggota kru pesawat menderita luka ringan dan dirawat di rumah sakit setempat," kata otoritas bandara dalam sebuah pernyataan.

Bandara Halifax kembali beroperasi tiga jam setelah kecelakaan pesawat itu. Puluhan penerbangan sempat ditunda atau dibatalkan.

 

 

Saksikan juga video berikut ini:

2 dari 2 halaman

Pesawat Tergelincir Saat Mendarat di Rusia, 122 Orang Tewas

Sementara itu pada 9 Juli 2006, terjadi tragedi kecelakaan dirgantara di Rusia. Pesawat maskapai S7 dengan nomor penerbangan 778 tergelincir saat mendarat di Bandara Internasional Irkutsk. Akibatnya, sebanyak 122 orang penumpang tewas, sementara sekitar 58 oang lainnya mengalami luka parah.

Pesawat nahas tersebut terbang dari Bandara Internasional Domodedovo Moskow dalam cuaca hujan. Penerbangan berjalan dengan mulus, namun pendaratan mengalami petaka. Pesawat mengalami lepas kendali saat menabrak di landasan pacu. dan menabrak pagar beton serta bangunan di sekitarnya.

"Ketika hendak mendarat, pesawat tiba-tiba menambah kecepatan dengan sendirinya," ujar Margarita Svetlova, penumpang yang selamat, demian Today in History dikutip dari The New York Times pada Minggu 8 Juli 2018.

Pesawat tipe Airbus A310-300 itu terbakar dan meledak setelah menghantam bangunan. Situasi mencekam. Orang-orang di bandara setempat terkejut mendengar suara ledakan.

"Situasi sangat mengerikan. Api mulai membakar dan para penumpang berteriak. Aku melihat orang terbakar," imbuh Svetlova yang selamat bersama kedua orangtuanya.

Selain Svetlova dan orangtuanya, menurut Kementerian Bantuan Darurat Rusia, ada sembilan penumpang lain yang selamat dari kecelakaan. Mereka berhasil melompat dari pesawtat dengan selamat tanpa mengalami luka.

Badan Investasi Rusia melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan tersebut. Mereka mewawancarai sejumlah penumpang selamat, termasuk Svetlova. 

Dari hasil investigasi, diketahui bahwa kecelakaan pesawat tersebut disebabkan oleh adanya gangguan teknis, yang membuat proses pendaratan berjalan kacau.

Artikel Selanjutnya
Kesaksian Penumpang Lion Air yang Senggol Tiang di Bandara Bengkulu
Artikel Selanjutnya
Kecelakaan Lion Air Masuk Daftar Insiden Udara Paling Fatal 2018