Sukses

Mata hingga Warna Kulit, Ini 7 Jurus Jitu Mengidentifikasi Ular Berbisa

Liputan6.com, Jakarta - Pemberitaan seputar temuan ular memang mengejutkan banyak pihak. Mulai dari penemuan di dalam toilet, seekor 'King Cobra' yang menggigit seorang penyanyi di atas panggung, piton menelan manusia dan masih banyak yang lainnya.

Kejadian seperti ini tentu membuat para pembaca ngeri dan waspada dalam setiap langkah, khawatir ada seekor ular berbisa yang diinjak.

Salah satu hal yang harus Anda lakukan apabila bertemu dengan ular adalah tetap tenang dan jangan panik. Sebab tak semua reptil melata itu berbisa.

Untuk mengidentifikasi apakah ular itu berbisa maka Anda bisa melakukan sejumlah hal. Seperti dikutip dari laman Brightside.me, Kamis (8/11/2018), berikut 7 cara jitu untuk mengidentifikasi ular berbisa:

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

2 dari 8 halaman

1. Mata

Ular yang tidak berbisa memiliki pupil yang terlihat bulat. Sementara jenis yang berbahaya terlihat lebih vertikal.

Meski begitu, ada beberapa pengecualian. Ada ular berbisa yang memiliki pupil bulat, seperti jenis mamba hitam (Afrika), cobra (Afrika, Timur Tengah, Asia) dan taipan (Australia).

Namun, di luar dari jenis pengecualian tersebut, ular dengan pupil bulat sama sekali tidak berbisa.

3 dari 8 halaman

2. Lubang Sensor

Cara lain untuk mengidentifikasi apakah ular itu berbisa atau tidak yaitu dengan melihat ke arah kepalanya.

Apabila ular tersebut memiliki heat-sensitive pit atau semacam lubang sensor, maka dipastikan ia memiliki bisa yang amat mematikan.

Lubang sensor ini memiliki fungsi untuk mengidentifikasi mangsa.

4 dari 8 halaman

3. Bentuk Kepala

Saat bertemu dengan ular, maka Anda bisa mencoba menelaah bentuk kepalanya dari kejauhan. Sebab, bentuk kepalanya menentukan apakah ia memiliki bisa atau tidak.

Ular yang memiliki kepala bentuk segitiga (atau ukuran kepala lebih besar dari leher, maka dipastikan ia memiliki bisa.

Sementara itu, ular yang berkepala bulat biasanya tak berbisa. Contohnya adalah ular kobra. Hewan ini kepalanya seperti sendok, itu berarti ukuran kepala besar dari leher.

Sehingga ia masuk dalam kategori ular berbisa.

5 dari 8 halaman

4. Corak Ekornya

Ekor ular juga menentukan apakah ia berbahaya atau tidak. Ular berbisa memiliki satu garis melingkar serupa cincin pada bagian ekor.

Contohnya ular jenis derik yang ekornya bisa mengeluarkan bunyi.

Sementara, ular yang tidak berbisa memiliki garis yang terlihat memisahkan dua baris sisik di ujung ekornya.

6 dari 8 halaman

5. Identifikasi Warna

Kerap kali orang awam salah kaprah. Ular yang cokelat, hitam dan menyeramkan adalah yang paling berbahaya. Padahal itu semua tak selalu benar.

Ular yang berbisa biasanya memiliki warna cerah dan juga suka mendesis. Meski itu terlihat lucu, tetapi jangan berani mendekat.

Ular yang berbisa biasanya bersikap lebuh agresif.

7 dari 8 halaman

6. Identifikasi Jumlah Corak

Satu hal lain yang bisa dilihat dari warna ular adalah jumlah coraknya. Dapat dipastikan jika ular yang memiliki pola berlian pada tubuhnya adalah berbisa.

Selain itu, ular yang memiliki tiga warna pada kulitnya juga berbisa.

8 dari 8 halaman

7. Cara Ia Berenang

Ular berbisa akan agresif dalam berenang. Mereka terlihat mengapung di atas air dan memperlihatkan seluruh bagian tubuhnya.

Namun, beda halnya dengan ular yang tidak berbisa. Jenis tersebut umumnya tak bisa menahan bobot tubuhnya. Sehingga, apabila berenang hanya bagian kepala saja yang terlihat.

Artikel Selanjutnya
12 Tips Berkendara Mobil Saat Malam Hari
Artikel Selanjutnya
Anda Insomnia? Coba 5 Trik Ini Agar Tidur dalam Waktu 5 Menit