Sukses

Durian Makin Populer di China, Peluang Ekspor untuk Indonesia?

Liputan6.com, Beijing - Durian, buah dengan bau yang sangat menyengat bahkan membuat sebuah gedung di Melbourne dievakuasi, semakin populer di China. Adakah peluang bagi Indonesia untuk mengeskpornya ke Indonesia?

Permintaan akan buah durian di China sedang meningkat. Bulan April tahun lalu, misalnya, dalam waktu 60 detik 80 ribu durian laku terjual di situs belanja Alibaba. Durian yang dijual berasal dari toko-toko yang menjalin dagang dengan Thailand, produsen terbesar durian di dunia.

Tahun lalu saat ada pameran durian di China Selatan, lebih dari 150 ribu warga membeli durian hingga ke produk turunannya, seperti es krim rasa durian, durian beku, kopi, permen, bahkan topeng berbentuk durian untuk perayaan Halloween, demikian seperti dikutip dari ABC Indonesia, Selasa (28/8/2018).

Sejumlah gerai-gerai asal negara-negara barat pun memanfaatkan kegilaan akan durian ini, seperti restoran cepat saji McDonald's yang menawarkan eskrim dan kue dadar dengan rasa durian. Ada pula Pizza Hut yang menyajikan pizza durian.

Berdasarkan data perdagangan dari badan PBB, impor durian ke China telah meningkat rata-rata 35 persen per tahun. Nilai impor mencapai AU$ 1,1 miliar, atau lebih dari Rp 11 triliun. Nilai ini meningkat dari AU$ 243 juta, atau lebih dari Rp 2,4 triliun.

Saat ini baru Thailand yang dapat mengimpor buah segar durian ke China karena persetujuan perdagangan. Tapi, banyak konsumen China yang mencari berbagai jenis durian, seperti jenis durian yang paling banyak dilarang masuk ke kendaraan umu, yakni Musang King, yang dibudidayakan di Malaysia.

 

* Update Terkini Jadwal Asian Games 2018, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Asian Games 2018 dengan lihat di Sini

 

Simak video pilihan berikut:

 

2 dari 2 halaman

Tur Durian Populer di China

"Durian paling enak jika dimakan segar. Untuk menarik lebih banyak turis China, cara terbaik adalah membawanya ke sini untuk dinikmati saat masih sangat segar," ujar Steel Zhao, manajer pemasaran Tourism Malaysia di China, kepada Kantor Berita Nasional Malaysia.

Tapi tidak seperti di China, tidak ada pelarangan untuk mengimpor durian Malaysia ke Hong Kong.

Durian blogger di Malaysia, Sarita Low mengatakan kepada ABC ada banyak turis asal China datang ke Malaysia hanya untuk membeli durian.

Menurut Sarita, orang-orang rela membayar lebih dari AU$ 82 atau lebih dari Rp 800 ribu untuk sebuah durian. Harganya bahkan bisa lebih jika sedang tidak musim durian, yang bisa mencapai ratusan dolar.

"Semua buah segar durian asal Malaysia datang lewat Hong Kong, dimana biaya logistik, perdagangan, dan harga real estat berpengaruh pada kenaikan harga," ujarnya.

Belakangan ini tur durian ke Malaysia menjadi populer di kalangan warga China, hanya untuk membeli durian yang banyak.

"Saya ingat orang-orang lokal marah kepada para penjual durian karena satu bus yang penuh berisi warga China turun dan menggerubuti kios durian, dan mereka makan dan memoborong hampir semua durian, sehingga penjual menaikkan harganya," ujar Sarita.

Penulis dan pakar durian, Lindsay Gasil yang menulis buku berjudul 'The Durian Tourist's Guide to Penang" telah melihat secara langsung dampak dari permintaan durian di China.

"Sejumlah kebun durian, tempat yang biasanya saya beli durian, kini hanya memasok ke China," ujar Lindsay.

"Mereka bisa mendapat dua kali lipat jika dijualnya di China."

  • Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    China
  • salah satu negara yang dilintasi dengan garis khatulistiwa. Negara ini memiliki Batik sebagai ikon budayanya.
    salah satu negara yang dilintasi dengan garis khatulistiwa. Negara ini memiliki Batik sebagai ikon budayanya.
    Indonesia
  • Durian
Loading
Artikel Selanjutnya
Bangladesh Rayu Indonesia agar Berinvestasi di Negaranya
Artikel Selanjutnya
Bagaimana WNI di China Saat Virus Corona Mewabah? Ini Kata Menlu Retno