Sukses

Lupa Ditinggal Sang Kakek Selama 8 Jam di Mobil, Bayi 10 Bulan Meninggal

Liputan6.com, Majorca - Seorang bayi perempuan berumur 10 bulan dilaporkan meninggal di Majorca, Spanyol, setelah kakeknya meninggalkannya di kursi belakang mobil selama delapan jam, dalam suhu kabin hingga 30 derajat Celsius.

Polisi menanyai pria 56 tahun itu karena dicurigai melakukan pembunuhan, tetapi kemudian membebaskannya tanpa dakwaan, seraya menunggu pemeriksaan pengadilan yang sedang berlangsung.

Dikutip dari Independent.co.uk pada Minggu (12/8/2018), sang kakek mengatakan kepada petugas bahwa dia lupa tengah bersama cucunya ketika memarkirkan mobil pada Jumat 10 Agustus, sekitar pukul 7 waktu setempat.

Kepada polisi, ia mengaku memarkir mobilnya untuk membeli kopi, namun kemudian berpikir untuk menghabiskan beberapa waktu di sana.

Sang kakek mengaku kembali ke mobilnya sekitar pukul tiga waktu setempat.

Seorang dokter yang kebetulan lewat dan paramedis yang dipanggil ke tempat kejadian mencoba untuk menghidupkan kembali bayi, namun nahas, itu tidak dapat menyelamatkan nyawanya.

Menurut saksi mata, sang kakek terlihat sangat menyesal dan tidak berhenti menangis melihat cucunya meninggal.

Polisi mengonfirmasi pada Sabtu 11 Agustus, bahwa penyelidikan terhadap kematian bayi malang itu maish berlangsung, dan hakim lokal dikabarkan akan segera memutuskan apakah kasus tersebut akan berbuntut tuntutan hukum atau tidak.

 

Simak video pilihan berikut: 

 

2 dari 2 halaman

Penyidikan Akan Terus Berlanjut

Bayi nahas itu disebut tertidur ketika sang kakek meninggalkannya di kursi belakang mobil di tepian jalan terbesar kedua di Majorca, Manacor.

Sang kakek sempat dilanda serangan kecemasan akut ketika tahu cucunya meninggal, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit, sebelum ditanyai oleh polisi.

Belum diketahui ke mana sang kakek pergi setelah membeli kopi, dan karenanya penyidikan akan terus berjalan.

Laporan setempat mengatakan keluarga bayi malang tersebut berasal dari Son Macia, sebuah desa kecil dekat Manacor, yang memutuskan untuk menunda festival tahunan lokalnya setelah mengetahui tragedi itu.

Seorang kenalan dari kakek gadis itu mengatakan kepada sebuah surat kabar setempat: "Dia (terduga) orang yang sangat baik. Ini adalah tragedi yang mengerikan. Dia hancur. Dia sangat mencintai cucunya."

Artikel Selanjutnya
Jet Tempur Spanyol Tak Sengaja Tembak Rudal ke Wilayah Estonia
Artikel Selanjutnya
2 Bayi Lahir Saat Gempa Lombok