Sukses

Dunia Sorot Pembantaian Harimau Sumatera yang Dituduh Siluman

Liputan6.com, Jakarta - Penombakan harimau di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) baru-baru ini menjadi sorotan sejumlah media asing. Sebab alasannya yang unik, dikira jelmaan siluman.

Harimau ditombak itu ternyata juga menarik perhatian Media Inggris, The Independent. Seperti dikutip Selasa (13/3/2018), laman tersebut mengangkat isu tersebut melalui artikel berjudul "Indonesian villagers kill endangered Sumatran tiger after mistaking it for mythological shape-shifter".

"Sebuah foto menunjukkan hewan tak bernyawa yang diikat ke sebuah kayu, mati..., tergantung dari langit-langit di aula umum dengan puluhan penduduk desa di Sumatra Utara berkerumun di sekitarnya untuk melihatnya," tulis The Independent.

Media Amerika, Chicago Tribune, mengulas pemberitaan soal penombakan harimau dengan tulisan "Villagers kill endangered Sumatran tiger they thought was a supernatural shape-shifter".

"Harimau sumatera mati dan isi perutnya dikeluarkan, diikat dan digantung di kayu di langit-langit aula umum di sebuah desa terpencil di utara Indonesia," demikian penggalan ulasan Chicago Tribune.

Situs media Singapura, Channel News Asia, mengangkat kematian harimau yang ditombak itu dengan "Endangered Sumatran tiger disemboweled, hung up in Indonesia". Sementara laman Negeri Bollywood, India Today juga mengangkat isu tersebut dengan "Sumatran Tiger killed by villagers thinking it's a shapeshifter".

Dengan judul "Indonesian villagers kill endangered Sumatran tiger, thought to be a shape-shifter", situs Selandia Baru Stuff.co.nz juga ikut memberitakan harimau ditombak warga.

 

1 dari 2 halaman

Ditombak Warga

Hewan buas yang masuk dalam kategori dilindungi tersebut dilumpuhkan warga desa bersama personel Polsek Batang Natal. Aksi pelumpuhan harimau itu dilakukan pada Minggu 4 Maret 2018 sekitar pukul 08.00 WIB.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, awalnya warga melihat ada seekor harimau masuk ke kolong rumah milik Sofii. Kemudian, warga melaporkan kepada Kades Bangkelang, yang ditindaklanjuti dengan pelaporan ke Polsek Batang Natal.

"Mendapat laporan itu, pihak Polsek Batang Natal menurunkan bebebrapa personel ke Desa Bangkelang guna membantu warga mengamankan harimau tersebut," kata Rina.

Saat tiba di lokasi, personel Polsek melihat seekor harimau yang sudah dikepung warga. Untuk mengantisipasi adanya penyerangan oleh harimau, maka personel Polsek Batang Natal menghubungi petugas Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Madina.

"Pada saat menunggu kedatangan petugas TNBG dan BKSDA, tiba-tiba harimau keluar dari kolong rumah warga, sehingga terjadi penombakan oleh warga yang mengakibatkan harimau melakukan pengejaran dan penyerangan terhadap warga, namun warga tetap melakukan penombakan berkali-kali ke arah tubuh harimau sehingga mati," terang Rina.

Untuk memastikan harimau sudah mati atau belum, personel Polsek Batang Natal melakukan penembakan satu kali ke arah tubuh harimau.

Selanjutnya, harimau yang telah mati itu diserahkan kepada petugas TNBG dan BKSDA Kabupaten Madina untuk proses autopsi serta berkoordinasi denga Polres Madina untuk pemusnahannya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dari BKSDA.

"Perlu kami laporkan juga, pada hari Jumat, 16 Februari 2018, harimau tersebut telah melakukan penyerangan terhadap warga Desa Bangkelang, sehingga seorang warga terluka," sebutnya.

 

Artikel Selanjutnya
Perburuan Masuki Hari ke-71, Harimau Bonita Kerap Mengaum di Malam Hari
Artikel Selanjutnya
Heboh di Aceh, Bukan Anak Harimau tapi Kucing Emas