Sukses

Jadi Pembicara Seminar, Mantan PM Pakistan Dilempar Sepatu

Liputan6.com, Lahore - Seorang pria dan rekannya ditahan setelah melempar mantan Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, dengan sepatu di Lahore. Peristiwa itu terjadi saat Sharif memberikan seminar di Jamia Nameemia pada Minggu, 11 Maret 2018.

Petugas kepolisian, Nishat Cheema, mengatakan bahwa dua pria itu merupakan mantan mahasiswa di Jamia Naeemia.

Dikutip dari US News & World Report, Senin (12/3/2018), hingga berita ini diturunkan, belum diketahui mengapa Sharif menjadi target pelemparan sepatu yang mengenai dadanya itu.

Dalam insiden terpisah, yakni pada Sabtu, 10 Maret, seorang pria melempar Menteri Luar Negeri Pakistan Khawaja Asif dengan tinta. Peristiwa yang terjadi dalam konvensi partai di Punjab itu, membuat wajah Asif hitam karena tinta.

Pihak berwenang mengatakan, pelaku yang tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun, mengaku sakit hati atas kebijakan yang dibuat oleh partai pimpinan Asif itu.

 

Berikut detik-detik mantan PM Pakistan Nawaz Sharif dilempar sepatu:

1 dari 2 halaman

Presiden AS Bush Dilempari Sepatu oleh Wartawan

Peristiwa serupa juga dialami oleh Presiden Amerika Serikat George W Bush ketika ia melakukan kunjungan kenegaraan ke Irak. Pada 14 Desember 2008, putra George HW Bush itu dilempar sepatu oleh wartawan saat menggelar konferensi pers dengan Perdana Menteri Irak Nuri Kamal al-Maliki.

Adalah wartawan Irak, Muntader al-Zaidi, yang secara cepat berdiri dan melemparkan sepatu tersebut sambil mengucapkan sumpah serapah.

"Ini hadiah dari Irak. Ini ciuman perpisahan dari kami untuk Anda, Anj**g!" teriak koresponden al-Baghdadia tersebut.

Belum puas sampai di situ, meski pengawal kepala negara sudah bersiap menangkapnya, jurnalis berusia 28 tahun tersebut mengulangi aksinya sambil mengucap kecaman. "Ini dari janda dan anak yatim tak berdosa yang tewas di Irak," ujar dia. Pelaku pun kembali melemparkan sepatu ke Bush.

Lemparan kedua juga meleset. PM al-Maliki mencoba mengadang sepatu. Bush juga berusaha menghindar.

Artikel Selanjutnya
Pakistan Terancam Kembali Masuk Daftar Negara Penyokong Dana Teroris
Artikel Selanjutnya
Pakistan Hukum Mati Pemerkosa dan Pembunuh Anak