Sukses

Beruang Kutub Tertua Berusia 32 Tahun di AS Disuntik Mati, Ada Apa?

Liputan6.com, Philadelphia - Coldilock adalah seekor beruang kutub berusia 37 tahun yang mati di Kebun Binatang Philadelphia, Amerika Serikat. Ia disuntik mati atau euthanasia oleh dokter hewan atas alasan kesehatan.

Dikutip dari laman People.com, Sabtu (24/2/2018), tim medis dari kebun bintang bersangkutan menyebut bahwa kondisi Coldilock tak memungkinkan untuk pulih

Beruang kutub itu mengalami penurunan kesehatan yang amat serius. Pihak kebun binatang pun sudah kerap memberikan pertolongan untuk menyelamatkan nyawa Coldilock.

Pihak medis juga mengatakan, masalah utama dari Coldilock adalah soal usia. Beruang kutub itu menunjukkan perubahan perilaku berupa tak selera makan.

Akibat kondisi tersebut, pihak kebun binatang langsung berdikusi dan mengambil langkah yang harus diambil.

Suntik mati adalah satu-satunya cara yang dapat membuat Coldilock terbebas dari rasa sakit. Oleh karenannya, beruang kutub itu disuntik mati pada Senin, 19 Februari 2018.

Menurut keterangan dari pihak kebun binatang, Coldilock adalah salah satu hewan yang paling disayang dan disenangi oleh pengunjung yang hadir.

Coldilock sendiri lahir pada tanggal 13 Desember 1980 di Seneca Park Zoo, Rochester, New York. Beruang kutub ini baru saja dipindahkan ke Philadelphia setahun yang lalu.

Coldilock tercatat sebagai salah satu beruang kutub yang pernah hidup di Amerika Serikat. Sebelumnya, beruang kutub tertua berusia 23 tahun.

1 dari 2 halaman

Gagal Ginjal, Anjing Pahlawan 9/11 Disuntik Mati

Pada Juni 2016, suasana haru menyelimuti kematian seekor anjing. Ternyata, anjing itu bukan anjing biasa. Bretagne adalah salah satu hewan yang terlibat dalam penyelamatan saat tragedi 9/11.

Selain tugasnya saat 9/11, anjing jenis Golden Retriever itu juga terlibat dalam tindakan kedaruratan penting lainnya. Tidak heran jika iapun mendapatkan penghormatan terakhir ketika menjelang akhir hidupnya.

Dikutip dari Daily Mail, Bretagne terpaksa disuntik mati karena telah mengalami gagal ginjal di sebuah rumah sakit hewan, Fairfield Animal Hospital, Cypress, Texas. Ketika masuk rumah sakit, ia diiringi sebaris petugas pemadam kebakaran yang memberikan penghormatan terakhir.

Denise Corliss, pemilik Bretagne, menyadari bahwa waktunya sudah tiba bagi sang anjing ketika ia mengalami gagal ginjal sehingga tidak mau makan lagi.

"Ia sangat gelisah tadi malam dan hanya mau berdekatan dengan saya. Jadi saya berbaring di sebelahnya. Ketika ia merasakan kehadiran saya, ia bisa tenang dan tertidur. Saya tidur bersamanya semalaman," kata Corliss kepada Today.

Beberapa saat sebelum ajal sang anjing, Corliss dan suaminya menuliskan daftar tugas yang harus dilakukan sebelum anjing kesayangannya disuntik mati. Salah satunya adalah kunjungan ke sekolah Robert Road Elementary School. Sang anjing pernah menjadi sahabat baca di sana dan membantu anak-anak autis.

Semasa hidupnya, Golden Retriver itu ikut menjadi sukarelawan pemadam kebakaran. Selain 9/11, ia bertugas saat Badai Katrina, Badai Ivan, dan Badai Rita.

Kapten David Padovan, jurubicara Cy-Fair Volunteer Fire Department, mengatakan kepada New York Daily News, "Anjing itu hidup lebih lama dan menyelesaikan banyak tugas dibanding yang lainnya."

Setelah mati, tubuh Bretagne dibungkus dengan bendera Amerika dan dibawa ke Texas A&M University. Para dokter hewan akan mempelajari dampak Ground Zero pada tubuhnya.

Padovan menambahkan, "Anjing itu tiada duanya. Ia selalu semangat melakukan pencarian bahkan ketika sudah 'pensiun'".

Artikel Selanjutnya
Kisah Mark Dumas, Manusia Pemberani yang Hidup dengan Beruang Kutub
Artikel Selanjutnya
Akibat Es Kutub Utara Mencair, Beruang Kutub Akan Mati Kelaparan