Sukses

Menlu AS Gantikan Donald Trump yang Menolak Pergi ke London?

Liputan6.com, Washington, DC - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson, mengatakan bahwa dirinya akan mengunjungi gedung dan lokasi baru Kedutaan AS di London.

Pernyataan itu diutarakan sepekan usai Presiden AS Donald Trump menolak untuk menghadiri acara peresmian kedutaan baru tersebut.

Tillerson akan berada di London pada Minggu 21 Januari 2018, demikian seperti dikutip dari VOA News (20/1/2018).

Lawatannya itu mengawali tur delapan hari ke seluruh Eropa.

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Heather Nauert, mengatakan kepada wartawan pada Kamis 18 Januari 2018 bahwa tidak ada penyambutan resmi yang direncanakan untuk kunjungan Tillerson ke London.

Kendati demikian, Nauert mengatakan bahwa Tillerson telah dijadwalkan untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson, dan Penasihat Keamanan Nasional Mark Sedwill untuk membahas masalah-masalah yang menjadi perhatian bersama di seluruh dunia, termasuk Iran, Suriah, Libya, Korea Utara dan Ukraina.

Selepas dari London, pada 23 Januari, Tillerson akan mengadakan pembicaraan di Paris dengan pejabat senior Prancis dan menghadiri peluncuran Kemitraan Internasional melawan Kekebalan dari Hukum Atas Penggunaan Senjata Kimia.

Kemudian Tillerson akan melakukan perjalanan ke Davos, Swiss, mewakili Amerika Serikat untuk menghadiri Forum Ekonomi Dunia 2018 yang berlangsung 24 Januari-26 Januari.

1 dari 2 halaman

Donald Trump Tak Sudi ke London

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana kunjungan ke Inggris -- dalam rangka meresmikan gedung dan lokasi baru Kedutaan AS di London.

Hal itu dilakukan Trump sebagai bentuk penolakan terhadap pemindahan lokasi dan pembangunan gedung baru tersebut -- yang kini terletak di Nine Elms, setelah berpindah dari Westminster.

Mengemukakan alasannya, Trump mengatakan, 'memindahkan lokasi serta membangun gedung baru Kedutaan AS di London adalah sebuah kesepakatan yang buruk'.

Secara khusus, ia juga menyalahkan pemerintahan Presiden Barack Obama terkait proyek pemindahan lokasi dan pembangunan gedung baru itu. Demikian seperti dikutip dari Newsweek 12 Januari 2018.

Dan seperti biasa, Donald Trump mengutarakan opini tersebut melalui akun Twitter pribadinya.

"Alasan saya membatalkan rencana kunjungan ke London adalah karena saya tak setuju dengan keputusan pemerintahan Obama untuk menjual gedung kedutaan AS di London -- yang berlokasi dan berbentuk bagus -- dengan harga murah. Kemudian, membangun gedung baru di tepi London seharga US$ 1,2 miliar," tulis @realDonaldTrump.

Gedung baru Kedutaan AS di London yang terletak di Nine Elms telah dibuka untuk publik sejak 13 Desember 2017 dan akan formal beroperasi pada 16 Januari 2018. Semula, gedung itu akan diresmikan oleh Trump.

Namun, Donald Trump melalui @realDonaldTrump menulis, "Kesepakatan yang buruk. Dan saya harus meresmikannya-Tak sudi!"

Saksikan video berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Venezuela Bebaskan Warga AS yang Ditahan Selama Dua Tahun
Artikel Selanjutnya
Wapres AS: Kim Jong-un Jangan Bermain Api dengan Donald Trump, atau...