Sukses

Ratu Elizabeth II Nyaris Dibunuh oleh Remaja di Selandia Baru

Liputan6.com, Wellington - Christopher John Lewis berusia 17 tahun, berada dekat dengan kerumunan orang dalam parade penyambutan Ratu dan Pangeran Inggris, Elizabeth II dan Phillip yang bertandang ke Dunedin, Selandia Baru pada 1981.

Ketika seluruh orang di parade itu ingin melihat The Queen of British Commonwealth Realm dari dekat, Lewis punya agenda tersendiri.

Ia ingin membunuh sang ratu. Demikian seperti dikutip dari Metro, Minggu (14/1/2018).

Bersenjatakan senjata api berpeluru kaliber 0.22 mm, Lewis memosisikan dirinya di sebuah bilik toilet di lantai 5 sebuah gedung dekat dengan kerumunan parade.

Ia merunduk. Matanya mengintip jeli mengawasi sekitar, seraya menanti-nanti pasutri Monarki Inggris yang semakin mendekat.

Setelah hanya berjarak sekitar 500 m, Lewis membidik.

Moncong senjatanya mengarah ke Ratu Elizabeth II yang baru melangkah turun dari mobil Rolls Royce yang membawanya berparade.

Tak lama, Lewis lantas menarik pelatuk.

'Dor' suara letusan senapan bergema di antara kerumumunan.

Tewaskah sang ratu?

Ternyata tidak.

Nyaris memang. Laporan sejarah menyebut, peluru dikabarkan melintas cukup dekat dengan sang ratu. Namun, nasib masih berpihak kepada Ratu Elizabeth II.

1 dari 3 halaman

Dikira Perampok

Peristiwa itu memicu kebingungan sesaat. Namun parade terus berjalan normal.

Pada saat yang sama, Kepolisian Dunedin mulai bekerja untuk memeriksa suara letusan senjata api itu.

Mereka berhasil menangkap Christopher John Lewis, si terduga pelaku, bersama dengan tiga orang temannya dekat lokasi parade.

Namun, kala itu, ketiganya ditangkap atas tuduhan perampokan bersenjata pada sebuah toko yang tak jauh dari lokasi parade penyambutan Ratu Elizabeth.

Saat interogasi, barulah CJ Lewis membeberkan kisah tentang percobaan pembunuhan sang ratu yang telah dilakukannya.

Dari keterangan itu, Kepolisian Dunedin melakukan penyelidikan. Dan, saat olah TKP, polisi berhasil menemukan senjata api yang digunakan oleh CJ Lewis saat mencoba untuk membunuh Ratu Elizabeth II.

Meski telah mengaku dan terdapat sejumlah bukti kuat, tuduhan pidana atas percobaan pembunuhan Ratu dibatalkan. CJ Lewis hanya didakwa atas pidana membawa dan mengeluarkan senpi di tempat umum serta perampokan.

Ditambah lagi, dari hasil evaluasi psikologis, CJ Lewis diketahui mengidap gangguan psikis -- yang justru meringakan dakwaan hukumannya. CJ Lewis berfantasi bahwa ada 'seseorang' yang ia sebut sebagai The Snowman yang memerintahkannya untuk membunuh Ratu.

Akhirnya, remaja itu hanya dihukum penjara selama tiga tahun pada 10 Desember 1981.

CJ Lewis meninggal bunuh diri di penjara -- atas kasus yang berbeda -- pada 1997, di usianya yang ke-33 tahun.

2 dari 3 halaman

Ditutup-tutupi

Mantan petugas Kepolisian Dunedin, Tom Lewis yang menangani kasus itu, mengatakan, "Anda tidak akan pernah mendapatkan dokumen yang benar mengenai kasus tersebut itu", seperti dikutip dari Metro

"Sempat diusut, namun kasus itu 'ditelan'. Bukti yang benar ditarik, sementara bukti yang salah diletakkan," lanjutnya mengenang kasus yang terjadi nyaris empat dekade silam.

Misalnya, polisi telah memelintir fakta ketika pers mulai mengajukan pertanyaan beberapa jam setelah tembakan tersebut.

Pers diberitahu bahwa suara itu -- yang seharusnya merupakan gema letusan senapan -- justru dihasilkan dari sebuah tiang lampu yang jatuh dekat dengan lokasi parade.

Tak lama, Kepolisian Dunedin kembali mengoreksi kasus tersebut.

Mereka mengubah ceritanya menjadi sebuah letusan petasan kembang api yang disulut saat parade.

Menurut Tom Lewis, perintah untuk menutup-nutupi kasus tersebut datang dari Perdana Menteri Selandia Baru saat itu, Robert Muldoon.

Lewis berpendapat, PM Muldoon merasa perlu menutupi kasus tersebut karena dia takut keluarga kerahaan akan menolak untuk berkunjung kembali ke Selandia Baru, jika mereka mengetahui tentang percobaan pembunuhan itu.

Kisah percobaan pembunuhan terhadap Ratu Elizabeth II itu dilansir pertama kali oleh situs media Stuff.co.nz pada 8 Januari 2018, dengan mengutip kesaksian sejumlah narasumber dari Selandia Baru. 

Saksikan Live Streaming XYZ Day 2018

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Putra Bungsu Kate Middleton dan 7 "Kutukan Anak Ketiga" di Kerajaan Inggris
Artikel Selanjutnya
Saat Kate Middleton Melahirkan, Ratu Elizabeth II Asyik Menunggang Kuda