Sukses

Sampanye Tertua Ditemukan di Laut Baltik

Liputan6.com, Stockholm: Para penyelam yang tengah memeriksa sebuah bangkai kapal tua di sekitar Laut Baltik tidak sengaja menemukan berbotol-botol minuman yang diduga sebagai minuman sampanye tertua di dunia. 

Penyelam Christian Ekstrom percaya bahwa botol-botol sampanye ini berasal dari tahun 1780-an dan merupakan bagian dari rombongan kargo yang akan dikirm ke Russia. Hingga saat ini, negara asal dari kapal karam tersebut masih belum bisa d tentukan. "Kami membawa botol-botol tersebut keatas (daratan) agar kami mampu memperkirakan seberapa tua bangkai kapal tersebut," ujar Ekstrom.

Ekstrom juga mengungkapkan bahwa para penyelam merasa sangat senang ketika mereka membuka sumbat dari salah satu botol sampanye itu setelah bersusah payah membawanya dari kedalaman 200 kaki dari atas permukaan. "Benar-benar fantastis. Sampanye itu rasanya sangat manis dan ada rasa tembako dan pohon oak," jelas Ekstrom lagi. Para penyelam menemukan bangkai kapal tanpa nama tersebut di dekan Pulau Aland, diantara negara Swedia dan Finlandia. Dipercaya ada sekitar 30 botol sampanye digeladak kapal tenggelam tersebut. Ekstrom mengatakan dirinya yakin mengenai keautentikan dan usia dari sampanye tersebut, meski begitu timnya telah mengirimkan sampel untuk diuji di laboratorium di Prancis.

Carl-Jan Granqvist, ahli anggur dari Swedia mengatakan bahwa setiap botol sampanye tersebut bisa berharga sekitar 50 ribu euro jika gabus penyumbat botol masih dalam kondisi utuh dan isi botol minuman masih murni dan dapat diminum. Menurut rumah sampanye di Prancis, Perrier Jouet, minuman pada botol sampanye milik mereka yang berasal dari tahun 1825 merupakan sampanye tertua di dunia yang masih ada hingga saat ini. (Telegraph/ARI)