Sukses

11-3-2004: Bom Kereta Madrid, 191 Orang Tewas

Liputan6.com, Jakarta - Hari ini, 12 tahun lalu, 10 bom ledakkan 4 kereta di 3 stasiun kereta di Madrid. Bom meledak saat jam sibuk, sehingga 191 orang tewas dan lebih dari 1.800 orang terluka.

Bom itu diledakkan dengan kendali jarak jauh, menggunakan telepon genggam. Serangan ini paling mematikan di Eropa sejak bom pesawat Lockerbie, yang dicurigai dilakukan grup militan ETA dari Basque.

Namun, penyidikan lebih lanjut membeberkan bahwa tragedi burung besi itu dilakukan oleh grup yang masih memiliki afiliasi Al-Qaeda.

Ledakan di 3 stasiun diletakkan di tas punggung yang sengaja ditinggal dalam kereta. Para teroris membidik Stasiun Atocha. Ada 7 bom di salah satu stasiun terbesar di Madrid itu.

Sementara 3 bom lainnya meledak di El Poso tio Raimundo dan Santa Eugenia.

"Masih segar ingatanku melihat potongan tubuh manusia. Ada lengan, kaki, sepatu bertebaran," kata Amalio, saksi mata saat kejadian berlangsung kepada BBC.

Hingga kini, ledakan itu dianggap serangan teroris terburuk di Eropa.

Aksi itu dilakukan karena Spanyol berpartisipasi dalam perang di Irak. Lebih dari 1.400 prajurit dikerahkan ke negeri itu.

Serangan itu terjadi 2 hari sebelum pemilu Spanyol, di mana partai sosialis anti-perang berhasil memenangkan. Pemerintah terpilih yang dipimpin Perdana Menteri Jose Luis Rodriguez Zepatero langsung menarik pasukannya dari Irak.

Untuk mengenang para korban, pohon zaitun dan citrun ditanam di taman El Retiro, Madrid, dekat dengan stasiun Atocha.

Hari yang sama pada 1997, pentolan grup musik Beatles, Paul Mc Cartney diberi gelar Ksatria oleh Ratu Elizabeth II, atas 'layanannya kepada dunia musik Inggris'.

Selain itu, di Jepang, 5 tahun lalu, gempa 9 SR melanda, mengakibatkan tsunami 10 meter menghantam kawasan Prefektur Miyagi dan sekitarnya. 15 Ribu nyawa melayang dan fasilitas nuklir Fukushima bocor.