Sukses

Lukashenko Dipastikan Menang, Pimpin Belarusia ke-5 Kalinya

Liputan6.com, Minks - Alexander Lukashenko dipastikan menang untuk memimpin Belarusia 5 tahun ke depan. Komisi Pemilihan Umum mengatakan, ia memenangkan 83.5 persen suara dari jumlah pemilih 86.75 persen.

Pemilu kali ini dipastikan damai. Namun, lima tahun lalu, kemenangannya disambut oleh protes massal dan pemenjaraan tokoh oposisi terkemuka. Namun, dukungan rakyat kepada rezim 20 tahun itu telah meningkat, semenjak ia mendeklarasikan dirinya penjamin stabilitas dalam menghadapi krisis ekonomi.

Barat telah lama mengucilkan Lukashenko. Pada 2005, Menteri Luar Negari AS saat itu Condoleezaa Rice, menjulukinya sebagai 'diktaktor terakhir di Eropa'. Banyak catatan hak asasi manusia yang membuat Belarusa diberikan sanksi ekonomi.

Namun demikian, kritik Lukashenko tentang aneksasi Rusia semenanjung Krimea di Ukraina tahun lalu, membuat citranya membaik di mata Barat.

"Kami telah melakukan segalanya yang Barat inginkan pada malam pemilihan. Jika ada keinginan untuk memperbaiki hubungan kami, tidak ada seorang pun dan tidak ada sesuatupun yang dapat mencegahnya, " kata Lukashenko saat ia memberikan suara, seperti dikutip The Guardian, Senin (12/10/2005).

Hubungan dengan Moskow, sementara itu, telah menunjukkan tanda-tanda ketegangan. Pada September, Vladimir Putin menyetujui rencana untuk membangun sebuah pangkalan udara di Belarusia, tapi awal bulan ini Lukashenko mengatakan negaranya tidak memerlukannya.

Uni Eropa berencana akan mencabut sanksi terhadap Belarusia, termasuk pada Lukashenko, selama empat bulan setelah pemungutan suara hari Minggu.

Pemilu sebelumnya di Belarusia dianggap tidak adil oleh pengamat Barat dan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE). Namun organisasi ini mengatakan pada pemungutan suara kali ini Belarusia bebas dan adil.

OSCE akan menyajikan laporan pemantauan pemilu mereka pada Senin, setelah itu Brussels akan merilis pernyataan resmi apakah pantas sanksi dicabut, kata seorang juru bicara Uni Eropa.

Namun, menurut pemenang nobel Sastra Svetlana Alexievich, negaranya adalah 'diktaktor lembut'. Ia mendeskripsikan bahwa Lukashenko adalah pria yang punya sejarah dengan Era Uni Soviet di masa lalu dan jangan harap untuk dipercaya. Tidak ada satupun bukunya yang dipublikasikan di Belarusia. (Rie/Sun)

Beruang Sirkus Dilecehkan, Warga Unjuk Rasa

Tutup Video