Sukses

Taring Misterius dalam Hidangan Pasta Lasagna Siap Saji

Liputan6.com, London - Lasagna merupakan hidangan pasta berlapis yang dilengkapi keju, daging dan bumbu tomat. Namun, wanita ini menemukan 'bahan pelengkap' lainnya dalam makanan siap saji yang dibelinya yakni gigi taring.

Arabelle Frankel, pekerja properti berusia 32 tahun, sampai bersumpah tidak akan makan lasagna lagi seumur hidupnya. Dikabarkan dari Daily Mail, wanita asal Highhate, London Utara itu tengah menikmati hidangan lasagna siap saji saat istirahat makan siang. Ia lalu menggigit benda keras seperti batu. Semula ia menduga yang digigitnya adalah tulang-- namun saat ia mencucinya di keran, ia menemukan dirinya memegang gigi taring.

"Itu taring, ukurannya satu setengah centimeter. Gigi itu bahkan masih ada akar giginya. Mengerikan sekali. Setiap mengingat kembali saya masih merinding." Ungkap Frankel.

Frankel mengaku, bungkusan makanan yang dibelinya dari pasar swalayan masih rapi tanpa kerusakan.

"Saya bahkan sampai menghubungi dokter gigi yang praktek di dekat kantor, dan ia mengatakan itu mirip gigi tikus."

Gigi taring yang ditemukan disinyalir merupakan gigi tikus. (foto: Daily Mail)

Frankel mengaku tidak bisa membayangkan, bagaimana gigi tikus bisa masuk ke dalam bungkusan makanan yang diproduksi dalam sebuah pabrik. Selain mengerikan, ia menganggap tindakan itu tak bertanggung jawab-- dan kemungkinan bisa mengakibatkan bahaya tersedak jika tidak sengaja menelannya.

Saking ngerinya, ia mengaku trauma makan lasagna.

"Ini akhir dari hari-hari saya makan lasagna. Mungkin saja saya sedang makan lasagna tikus saat itu, sangat menjijikkan."

Perbandingan ukuran gigi taring. (foto: Daily Mail)

Ia mengaku sudah menghubungi Waitrose, perusahaan merek lasagna itu. Mereka sudah meminta maaf dan menyatakan kasus ini kini sedang diinvestigasi.

Pun begitu, Frankel mengaku toko tidak memberinya uang ganti lasagna sebesar 2,5 poundsterling.

Seorang jubir dari Waitrose menyatakan, "Kami menerima serius keluhan pelanggan kami dan menyesal kejadian itu harus terjadi."

"Kualitas dan keamanan produk merupakan priorotas utama-- sementara suplier makanan siap konsumsi memiliki proses ketat untuk menghindari bahan-bahan yang tidak diinginkan masuk ke dalam makanan. Kami sendiri heran bagaimana ini bisa terjadi. (Ikr/Rcy)