Liputan6.com, Islamabad - Pengadilan di Pakistan menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada 10 pria yang ikut menyerang pegiat pendidikan perempuan, Malala Yousafzai.
Pihak berwenang Pakistan mengatakan 10 pria yang diganjar hukuman seumur hidup itu --tidak termasuk tersangka utama-- merupakan anggota Taliban Pakistan yang menentang pendidikan untuk perempuan. Mereka disidang di pengadilan antiteroris di Lembah Swat.
Adapun Ataullah Khan --militan berusia 23 tahun yang diidentifikasi dalam laporan polisi pada penembakan itu-- tidak hadir dalam sidang atas 10 terdakwa pada Kamis 30 April 2015. Demikian dikutip dari BBC.
Juga tidak termasuk dalam tersangka yang disidang --seperti diungkapkan seorang pejabat keamanan kepada kantor berita Reuters-- adalah sekelompok pria bersenjata yang masuk ke dalam bus dan menembak langsung Malala.
Pemerintah Pakistan sendiri yakin perintah untuk membunuh Malala datang dari pemimpin Taliban, Mullah Fazlullah, yang sekarang berada di Afghanistan.
Malala masih berusia 15 tahun ketika ditembak di bagian kepala di dalam bus saat sedang menuju ke sekolahnya di Lembah Swat. Serangan atas anak perempuan yang memperjuangkan pendidikan untuk kaum perempuan di Pakistan itu mengguncangkan seluruh dunia.
Setelah penembakan, Malala dirawat di rumah sakit Birmingham, Inggris, yang kemudian menjadi tempat tinggal bersama keluarganya.
Karena perjuangannya atas pendidikan untuk perempuan, Malala meraih sejumlah penghargaan internasional dengan puncaknya meraih Hadiah Nobel pada 2014 bersama pegiat hak anak dari India, Kailash Satyarthi.
Bahkan, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memberikan penghargaan kepada Malala dengan menjadikan namanya untuk nama asteroid. Astronomer NASA Amy Mainzer yang menemukan asteroid itu mempersembahkan asteroid 316201 untuk diganti menjadi asteroid Malala Yousafzai.
Kata Amy, nama ini sebagai penghargaan untuk Malala agar bisa memberikan inspirasi kepada perempuan lain di seluruh dunia. Pada usianya yang masih belia, Malala telah memperjuangkan pendidikan hingga ia nyaris tewas ditembak Taliban.
"Kami butuh sosok seperti Malala yang bisa memecahkan masalah kemanusiaan di dunia ini. Kami harus melakukan perubahan untuk mereka yang membutuhkan. Terlebih, populasi di Bumi terus bertambah," ujar Amy. (Ado)
Pengadilan Pakistan Ganjar 10 Penyerang Malala Vonis Seumur Hidup
Pemerintah Pakistan yakin perintah membunuh Malala datang dari pemimpin Taliban, Mullah Fazlullah yang sekarang berada di Afghanistan.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/749359/original/038954100_1412933272-malala_yousafzai2.jpg)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- PLTS Atap 416 kWp Terpasang di RS Mardi Rahayu, Operasional 24 Jam2 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
- Pelajar SMA Jabodetabek Manfaatkan AI dan Sensor Pintar untuk Atasi Krisis Lingkungan6 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
- Limbah Pertanian Tak Terbuang, Warga Sumbar Olah Jadi Produk Bernilai21 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
- ESG BRI Diakui Global, Masuk S&P Global Sustainability Yearbook Empat Tahun Berturut-turut1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
- Perdagangan Karbon Kehutanan Libatkan Masyarakat, Bujang Raba Jadi Percontohan1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
- Aksi Lingkungan di Bali Libatkan Pelaku UMKM hingga Siswa SD2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
- Mendekatkan Gen Z dengan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Lewat Sederet Kebiasaan Simpel2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
- Jaktim Kembangkan Pariwisata Hijau Berbasis Lingkungan3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
- Olah Limbah Jadi Energi, Buka Peluang Lapangan Kerja Hijau3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
- Clean Beauty Makin Dilirik, Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Produknya?5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
- Tekan Emisi Karbon, RS Kanker Dharmais Canangkan Program Net Zero Hospital6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
- Aksi Iklim Indonesia di PBB, dari Restorasi Mangrove hingga Transisi Energi6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364021/original/072430000_1790928361-cek_fakta_-_aturan_pembelian_bbm_pertamina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845745/original/091933300_1562319808-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363762/original/040487800_1790917791-Cek_Fakta_Wamenkeu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137785/original/055250800_1739961431-20250219-Penambahan_Jalur_Transjakarta-ANG_1.jpg)