Kyoto, Kota Seribu Kuil di Jepang

Kota Kyoto, Jepang memiliki kuil dengan beragam ukuran maupun segi arsitektur. Satu di antaranya adalah Kuil Heian, kuil peninggalan agama Shinto yang terpengaruh budaya Cina.

Diterbitkan 18 Oktober 2001, 06:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Kyoto: Keberadaan kuil di belahan dunia Asia bukan cerita baru. Namun kuil di Kota Kyoto, Jepang, ternyata menyimpan budaya kolaborasi yang kuat dengan Cina. Satu di antaranya adalah Kuil Heian, kuil peninggalan agama Shinto yang amat kaya akan ukuran dan segi arsitektur. Semua kuil di Kyoto ini dilindungi pemerintah Jepang, dan mendapat julukan sebagai Kota Seribu Kuil. Demikian hasil pantauan SCTV, baru-baru ini, di Jepang.

Kuil Heian dibangun tahun 1895 untuk merayakan 1100 tahun Kyoto menjadi Ibu Kota Jepang, pada waktu itu. Namun akhirnya, ibu kota dipindahkan ke Tokyo. Gerbang Kuil Heian yang bertingkat dua sangat memberi kesan adanya pengaruh budaya Cina. Maklum saja, waktu itu Kyoto-lah yang telah membuka diri untuk perdagangan, termasuk bertransaksi dengan bangsa Cina.

Selain beberapa bangunan, Kuil Heian sangat terkenal karena keindahan taman di bagian dalam kompleksnya. Taman yang terbagi menjadi empat bagian itu masing-masing melambangkan periode keemasan dari Kyoto. Di musim semi, taman di kuil ini akan dipenuhi dengan bunga sakura yang bermekaran. Hampir seluruh taman kuil juga dihiasi kolam ikan yang tampak asri.(BMI/Bayu Sutiyono dan Satya Pandia)