Sukses

Korban Tewas Jadi 31 Orang, Black Box TransAsia Ditemukan

Liputan6.com, Taipei - Pesawat TransAsia mengalami kecelakaan tak lama setelah lepas landas dari Bandara Songshan di Taipei Utara, Taiwan. Pesawat yang akan melakukan perjalanan ke Pulau Kinmen itu membawa 58 penumpang termasuk 5 awak.

Enam pejabat maskapai penerbangan termasuk kepala eksekutif Peter Chen meminta maaf saat konferensi pers yang disiarkan stasiun televisi setempat.

"Kami ingin menyampaikan permintaan maaf kami kepada keluarga (korban) dan kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada tim penyelamat yang telah berpacu dengan waktu," kata Chen seperti dikutip channelnewsasia, Kamis (5/2/2015).

"TransAsia Airways akan melakukan yang terbaik untuk membantu penumpang kami yang terluka, serta keluarga para penumpang. Kami akan mengerahkan semua sumber daya kami untuk membantu dalam upaya penyelamatan serta pasca kejadian ini," imbuh Chen.

Sebuah derek sedang dibawa untuk mengangkat reruntuhan. "Naiknya permukaan air dan minimnya pandangan di bawah air telah membuat pekerjaan sangat sulit," kata pejabat senior penyelamatan Wu Chun-hung.

Namun begitu, seorang pejabat senior setempat mengatakan saat ini pihaknya akan fokus bekerja untuk mencoba menggunakan crane mengangkat bagian depan reruntuhan pesawat, yang tenggelam di bawah air. Di tempat ini, diduga sebagian besar penumpang lainnya dikhawatirkan terperangkap.

Belum ada komentar resmi tentang penyebab kecelakaan itu, tapi kotak hitam atau Black Box pesawat telah ditemukan dan diamankan tim evakuasi setempat.

Korban Tewas Jadi 31 Orang

Jumlah korban tewas dalam kecelakaan udara TransAsia telah meningkat menjadi 31 orang. Demikian kantor berita resmi Taiwan, CNA melaporkan.

Dikutip News.com.au, 15 orang terluka dalam kecelakaan itu, sementara 12 lainnya hilang. Sebelumnya, diyakini 17 orang terjebak di bagian depan pesawat yang masih berada di dalam air.

Drama rekaman video amatir menunjukkan pesawat menabrak sebuah jalan layang karena membelok ke samping ke arah Sungai Keelung di New Taipei City, Taiwan, meninggalkan jejak puing termasuk kendaraan taksi yang pecah.

"Aku melihat taksi, mungkin hanya beberapa meter di depan saya, terkena  salah satu sayap pesawat. Pesawat itu besar dan benar-benar dekat dengan saya. Aku masih gemetar," kata seorang saksi saluran berita TVBS.

Dalam rekaman itu ada pesan terakhir dari kokpit ke menara kontrol. Pilot berteriak "Mayday! Mayday! Mesin keluar api! "

Pesawat itu diterbangkan oleh pilot dan kopilot Liao Jianzong Liu Zizhong, dan pilot ketiga yang bernama Hong Binzhong.

Sang pilot telah memiliki hampir 5.000 jam terbang sementara kopilotnya memiliki hampir 7.000 jam.

Media setempat juga telah merilis nama-nama korban di papan pengumuman.

Tim Pemadam Kebakaran Kota setempat telah mengirimkan lima tim penyelamat yang dilengkapi dengan kapal cepat ke lokasi kecelakaan dekat Jembatan Nanyang di distrik Xizhi. (Ali)

Loading