Sukses

19-10-2003: Vatikan Tahbiskan Bunda Teresa Sebagai Orang Kudus

Liputan6.com, New Delhi - Pada sebelas tahun lalu tepat 19 Oktober 2003, terjadi sebuah peristiwa yang sangat bersejarah yang akan diulas dalam Today in History. Paus Yohanes Paulus II membeatifikasi Bunda Teresa.

Beatifaksi adalah tahap pertama proses untuk menjadikan seseorang yg telah mati menjadi orang suci di Gereja Katolik. Proses beatifikasi Bunda Teresa sangatlah menarik. Sebab proses itu merupakan yang paling cepat.

Bunda Teresa dianggap kudus enam tahun setelah ia meninggal.

Paus Yohanes Paulus II menanggap Bunda Teresa sudah sangat layak menerima gelar tersebut, karena ia berhasil memenuhi salah satu sarat untuk menerima beatifikasi, yaitu melakukan satu mukjizat.

Ketika itu Bunda Teresa diyakini berhasil menyembuhkan seorang perempuan di India. Hanya melalui doa, tumor yang diderita perempuan India itu berhasil disembuhkan.

Melihat mukjizat ini, Paus tanpa ragu memberi beatifikasi. Menurutnya, tidak cuma beatifikasi, kehidupan serta pelayanan perempuan keturunan Makedonia ini patut dijadikan acuan dalam hidup.

"Hidupnya yang didedikasikan untuk memberikan kasih sayangn pada warga miskin telah menginsipirasi banyak orang untuk mengambil jalan yang sama," ujar Paus seperti dikutip dari American Catholic, Minggu (19/10/2014).

"Kesaksian dan pesan yang dibawanya sangat dihargai setiap agama di dunia dan memberikan tanda bahwa Tuhan masih mencintai dunia," sambung dia.

Ketika hidup, Bunda Teresa memberika sepenuh waktunya melayani kaum papa dan penderita kusta diĀ  Kalkuta, India. Karena jasanya, pada 1979 Bunda Teresa diberi penghargaan Nobel Perdamaian.

Tidak cuma itu, Bunda Teresa selalu dikenal dengan kutipan perkataannya yang meneduhkan hati. Salah satu yang paling dikenal adalah,"Marilah kita tersenyum kepada orang lain, karena senyum adalah awal dari cinta kasih."

Di samping hal tersebut, Bunda Teresa tak hanya disayangi oleh umat Nasrani. Seluruh umat beragama di India dan dunia sangat menyangi wanita yang lahir dengan nama Anjeze Gonxhe Bojaxhiu tersebut.

Ini dibuktikan ketika warga Muslim, Hindu dan Sikh India bersama-sama merayakan hari jadi Bunda Teresa. Kejadian yang berlangsung pada 26 Agustus 2001 itu semakin mengharukan ketika selurut umat beragama di India tersebut memanjatkan doa bersama agar proses Kanonisasi -- proses pentahbisan seorang menjadi santo/santa -- dapat terjadi dengan cepat.

Hari yang sama pada Today History tahun 1216, King John of England meninggal di Newmark dan posisinya digantikan oleh putranya yang baru berusia 9 tahun.

Sementara pada 19 Oktober 1988, pemerintah Inggris melarang wawancara TV dan radio dengan anggota kelompok politik Irlandia Sinn Fein dan 11 kelompok paramiliter.

Loading