Sukses

Ice Bucket Challenge Renggut Nyawa Pemuda 18 Tahun Ini?

Liputan6.com, Edinburgh - Ice Bucket Challenge diyakini terkait dengan kematian seorang pemuda 18 tahun asal Edinburgh, Skotlandia. Ia tewas diduga akibat melakoni tantangan yang santer dibicarakan di situs media sosial itu.

Kematiannya diyakini menjadi yang pertama terkait dengan kegiatan yang sejatinya adalah penggalangan dana untuk melakukan penelitian tentang penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) dan meningkatkan kepedulian terhadap penyakit syaraf degeneratif tersebut -- bukan sekedar aksi gagah-gagahan dengan menyiram seember air es ke kepala.

Cameron Lancaster, nama korban, tenggelam Sabtu lalu. Ia dilaporkan melompat ke air, dari ketinggian 24 meter, di sebuah bekas tambang di Inverkeithing, kota kecil di Skotlandia. Untuk memenuhi tantangan.

Seorang anggota dewan setempat yang tinggal dekat dengan lokasi kejadian mengatakan, ia melihat segerombolan remaja melompat dari tebing di area tambang Preston Hill Quarry. "Mereka biasa melakukannya. Namun, akhir-akhir ini makin sering gara-gara tantangan Ice Bucket Challenge," kata Alice McGarry kepada The Mirror, seperti Liputan6.com kutip dari News.com.au, Selasa (26/8/2014).

"Memang belum terkonfirmasi dalam tahap ini, tapi aku melihat video aksi melompat dari salah satu tebing pekan lalu. Bisa jadi itu terkait dengan aksi belakangan."



Video yang menunjukkan sekelompok pria berusia 30-an tahun melompat dari tebing dikabarkan berisi tantangan untuk melakukan Ice Bucket Challenge dengan cara itu, alih-alih menyiramkan seember air es.

Cameron Lancaster dilaporkan terjun ke tambang sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Jasadnya ditemukan 4 jam kemudian oleh petugas layanan darurat. Sekeras apapun usaha para penyelamat, jantung korban tak bisa diresusitasi. Nyawanya tak bisa kembali.

Kepolisian Skotlandia masih menyelidiki insiden tersebut. Sampai berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian korban belum diketahui.

Sementara keluarga Cameron mengeluarkan pernyataan duka. "Cameron meninggal dalam kecelakaan tragis. Kematiannya adalah sebuah kehilangan besar. Selama masa hidupnya yang pendek, ia menyentuh hati banyak orang dengan persahabatan, kebaikannya, dan semangatnya yang tinggi. Ia akan dirindukan oleh keluarga dan teman-temannya."

Tragedi ini terjadi dua tahun setelah tragedi serupa yang terjadi di bekas tambang itu. Aparat mengutuk apa yang disebut "tombstoning" -- melompat dari tebing tambang dengan kaki yang lebih dulu masuk air -- yang bisa mengakibatkan cedera serius atau kematian. Kalau mau terjun ke air, lebih baik ke kolam renang yang dilengkapi papan loncat.

Seorang juru bicara polisi pada Guardian mengatakan," penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui apa persisnya yang terjadi. Kepolisian Skotlandia menyampaikan duka cita pada keluarga korban."

Sebelumnya beredar kabar Ice Bucket Challenge merenggut nyawa seorang perempuan. Latasha Brown disebut-sebut meninggal dunia akibat hipotermia, 30 detik setelah melakukan tantangan itu. Belakangan diketahui, berita itu bohong belaka alias hoax. (Tnt)