Pemungutan Suara di Timor Leste Diwarnai Kericuhan

Petugas TPS dan wartawan ribut saat kandidat Francisco Guterres menyalurkan hak pilih. Presiden Xanana Gusmao berharap hubungan Timor Leste dengan sejumlah negara tetangga terjalin lebih erat di masa mendatang.

Diterbitkan 09 April 2007, 16:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Dili: Proses pemungutan suara pemilihan presiden Timor Leste sempat diwarnai kericuhan saat kandidat Francisco Guterres menyalurkan hak pilih, Senin (9/4). Keributan terjadi antara petugas tempat pemungutan suara dan wartawan.

Kericuhan berawal dari petugas keberatan kehadiran banyak wartawan di dalam ruang TPS. Namun keributan tak berlangsung lama. Situasi dengan segera dapat tertangani dan proses pemungutan suara kembali normal.

Sementara Presiden Xanana Gusmao menyalurkan hak pilih di Dusun Balibar, 20 kilometer dari Dili. Xanana mengatakan, sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Dia berharap hubungan Timor Leste dengan sejumlah negara tetangga dapat terjalin lebih erat di masa depan.

Budaya antre juga ditunjukkan kandidat Jose Ramos Horta. Saat melakukan pemilihan bersama warga lain, Horta juga menyalurkan hak pilih dengan mengantre. Sedangkan kandidat presiden lainnya, Fernando Lasama de Araujo yang juga menyalurkan hak suara di Dili, mengatakan rakyat menghendaki perubahan. Rakyat menginginkan generasi baru yang memimpin Timor Leste.(DNP)