Situasi Lebanon Memanas

PM Lebanon Fuad Siniora dan pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah saling menyalahkan satu sama lain mengenai keadaan di Lebanon. Nasrallah mendesak pemerintahan Siniora diganti dengan pemerintahan bersatu.

Diterbitkan 09 Desember 2006, 02:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Beirut: Konflik internal Lebanon semakin memanas. Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah beserta pengikutnya menggelar unjuk rasa menentang Perdana Menteri Lebanon Fuad Siniora di Beirut, Jumat (8/12).

Nasrallah menuduh Siniora bersekutu dengan Israel saat perang tengah berkecamuk dengan memerintahkan tentara Lebanon menyita senjata gerilyawan Hizbullah. Nasrallah juga menuduh Siniora sengaja menghancurkan Hizbullah dengan koalisi anti-Suriah yang menjadi mayoritas di kabinet. Selain itu Siniora dituding melobi pemerintah Washington DC guna mengatur serangan ke Israel, Juli silam.

Karena itu Nasrallah mendesak pemerintahan Siniora diganti dengan pemerintahan bersatu. Bila menolak, Nasrallah mengancam Siniora akan menghadapi tekanan yang lebih kuat dari pengunjuk rasa.

Siniora juga balik menuduh pemimpin Hizbullah menyebarkan kemarahan yang membuat hidup warga Lebanon menjadi cemas dan tidak tenang. Siniora sebelumnya telah meminta pihak oposisi yang digalang Hizbullah bersedia berdialog demi menemukan jalan keluar atas tuntutan mereka. Sementara sebagai tanda bersatu, warga Syiah dan Suni di Lebanon menggelar salat bersama di Martyr Square, tenda demonstran yang dipasang sejak sepekan terakhir [baca: Aksi Menentang PM Fuad Siniora Berlanjut].(DNP)