Demonstrasi Menentang Raja Gyanendra Rusuh

Puluhan aktivis prodemokrasi terluka menyusul bentrokan dengan pihak keamanan Nepal. Pengunjuk rasa mendesak penegakan demokrasi di Nepal. Mereka juga menginginkan Raja Gyanendra turun dari takhta.

Diterbitkan 10 April 2006, 08:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Kathmandu: Penentangan terhadap kekuasaan otoriter Raja Gyanendra tak kunjung surut. Sepanjang Ahad (9/4), ribuan pemuda memenuhi jalanan Kota Kathmandu, Nepal. Mereka mendesak penegakan demokrasi di negeri yang termasuk Anak Benua Asia tersebut. Mereka juga menuntut pengunduran diri pemimpin yang telah berkuasa selama lima tahun itu.

Ketegangan belakangan memuncak saat polisi berupaya membubarkan demonstran. Massa membalas tindakan aparat dengan melempar batu. Mengatasi situasi tersebut, polisi menembakkan peluru karet dan gas air mata. Insiden itu menyebabkan puluhan aktivis demokrasi terluka.

Diperkirakan, unjuk rasa akan terus berlanjut. Kemungkinan itu bisa saja terjadi, menyusul dukungan penuh kelompok pemberontak Maois atas aksi yang diprakarsai tujuh partai oposisi di Nepal [baca: Raja Gyanendra Terus Didesak Mundur].(AIS/Idr)