Desakan Pemakzulan Arroyo Kian Gencar

Mantan Presiden Corazon Aquino menyerukan kepada rakyat Filipina untuk mendukung upaya pemberhentian Presiden Gloria Macapagal Arroyo. Kongres juga didesak tidak menutupi kebobrokan Arroyo.

Diterbitkan 06 September 2005, 06:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Manila: Suhu politik di Filipina makin panas. Gelombang unjuk rasa menuntut pemberhentian Presiden Gloria Macapagal Arroyo makin gencar. Mantan Presiden Corazon Aquino menyerukan kepada rakyat Filipina di Manila, Senin (5/9), untuk mendukung upaya impeachment atau pemakzulan terhadap Arroyo.

Ajakan Corry Aquino ini disampaikan melalui pidatonya pada pembentukan Koalisi untuk Kebenaran, sebuah koalisi yang beranggotakan kelompok masyarakat dan partai oposisi. Arroyo dituding melakukan kecurangan pemilu, penyuapan, korupsi serta tuduhan kriminal lain. Namun, Arroyo menolak tudingan itu dan berkeras akan mempertahankan jabatannya.

Pada hari yang sama, sekitar 100 aktivis kiri juga menggelar unjuk rasa di depan Gedung Kongres. Mereka menuduh Kongres telah menutupi kesalahan Arroyo. Pengamanan segera dilipatgandakan untuk mengendalikan aksi massa maupun parlemen yang akan memutuskan kelangsungan upaya pendongkelan Arroyo.

Rabu pekan silam, pendukung Arroyo di Komite Hukum Parlemen memutuskan untuk menghentikan tiga upaya pemakzulan terhadap presiden. Dalam pemungutan suara itu, kelompok oposisi memutuskan walk out. Seluruh anggota parlemen yang berjumlah 236 orang dijadwalkan akan melakukan pemungutan suara pekan ini untuk menentukan menerima atau menolak keputusan penghentian lewat impeachment.(TNA/Ijx)