TNI Menolak Permintaan GAM

Sebetulnya TNI mau bernegosiasi asalkan GAM tak membedakan perlakuan antara Ferry dan William Nessen, wartawan Amerika Serikat yang pernah diculik GAM.

Diterbitkan 08 Januari 2004, 11:55 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: TNI secara tegas menolak permintaan Gerakan Aceh Merdeka untuk gencatan senjata selama dua hari sebagai salah satu syarat pembebasan kamerawan RCTI Ferry Santoro. Syarat GAM dianggap sama saja dengan merendahkan martabat bangsa dan negara Indonesia. Demikian ditegaskan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto di Jakarta, Rabu (7/1).

Panglima TNI mengatakan, sebetulnya TNI mau bernegosiasi asalkan GAM tak membedakan perlakuan antara Ferry dan William Nessen, wartawan Amerika Serikat yang pernah diculik GAM. Menurut Endriartono, kalau memang niat, sebenarnya GAM bisa membebaskan juru kamera Ferry kapan dan di mana saja. Tak perlu meminta jeda dua hari.

Endriartono mengatakan, TNI akan mengusahakan yang terbaik untuk membebaskan Ferry, termasuk memenuhi keinginan GAM menyertakan wartawan saat pembebasan. Proses ke arah itu kini sedang diusahakan dengan mengirim tim pembebas dari Palang Merah Indonesia (PMI), Palang Merah Internasional (ICRC), dan Penguasa Darurat Militer Nanggroe Aceh Darussalam [baca: PMI, ICRC, dan Pemerintah Membahas Pembebasan Sandera].

Di lain tempat, siang kemarin, sekitar 200 wartawan yang tergabung dari beberapa media cetak dan elektronik menggelar aksi damai di depan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Dalam aksi, demonstran mendesak semua pihak terkait segera membebaskan Ferry. Menurut mereka, keberadaan Ferry di Aceh hanya menjalankan tugas jurnalistik dan tidak mempunyai kepentingan sehubungan dengan konflik di NAD.

Selain berorasi, para demonstran yang mengenakan kaos hitam bertuliskan "Free Ferry Santoro Soon" di bagian depan dan di belakang bertuliskan "Cukup Satu Ersa!", juga membagikan bunga kepada pengendara mobil yang kebetulan melintas di HI. Mereka pun membentangkan berbagai poster. Aksi yang berlangsung tertib ini diakhiri dengan doa bersama.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6