Persita Lumat Persik 5-1 di Kediri, Carlos Pena Beberkan Trik Atasi Kelelahan

Persita Tangerang menang 5-1 atas Persik di Stadion Brawijaya. Carlos Pena mengungkap taktik kompak dan cara menjaga mental tim usai perjalanan hampir 10 jam.

Diterbitkan 31 Oktober 2026, 21:45 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Persita Tangerang meraih kemenangan 5-1 atas Persik Kediri pada pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Sabtu (31/10/2026). Hasil ini datang ketika tim tamu tak berada dalam kondisi terbaik.

Kebugaran skuad Pendekar Cisadane sempat terganggu usai perjalanan udara hampir 10 jam Jakarta–Kediri akibat cuaca buruk. Meski begitu, performa di lapangan menunjukkan sebaliknya.

Alexander Ramalingom membuka jalan dengan dua gol di menit 9 dan 45+3'. Setelah jeda, Pablo Ganet menambah tiga gol pada menit 48, 76, dan 90+8'. Persik hanya mencetak satu balasan melalui Sergio Castel Martinez di menit 79.

"Sebelum pertandingan saya sudah doktrin pemain agar tak terpengaruh problem cuaca kemarin. Hari ini mereka menjawab dengan tampil 200 persen di lapangan," kata Carlos Pena.

Taktik Efektif

Pelatih asal Spanyol itu mengantisipasi kelelahan anak buahnya dengan pendekatan permainan yang efisien. Persita menutup ruang antarlini, menghadang pergerakan gelandang Persik, dan menjaga blok tim tetap rapat agar tidak banyak berlari sia-sia.

Di momen menyerang, Persita cenderung menunggu untuk kemudian melancarkan serangan balik cepat. Mereka menargetkan sisi kanan pertahanan Persik yang terlihat rentan, sehingga transisi bisa langsung berbuah peluang.

"Kami sudah pelajari game plan Persik dan itu dibuktikan para pemain di pertandingan ini. Meski saya akui tak mudah juga menghadapi tuan rumah," ucapnya.

Perjalanan Panjang

Pena menyebut aspek mental tim perlu dijaga ketat karena perjalanan menuju Kediri tidak mulus. Pesawat rombongan Persita tak bisa mendarat tepat waktu di Bandara Dhoho Kediri pada Jumat (30/10/2026) siang akibat cuaca buruk.

Penerbangan kemudian dialihkan ke Bali. Setelah menunggu sekitar delapan jam, rombongan Persita baru tiba di Kediri pukul 21.00 malam.

"Saat menunggu di Bali, kita bebaskan pemain lakukan aktifitas yang disukai. Kita makan siang, setelah itu untuk membunuh waktu anak-anak ada yang minum kopi atau menyantap menu lainnya. Saya hanya ingin pikiran mereka tetap kuat dan positif menghadapi masalah nonteknis ini," ungkapnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tempat Menonton AC Milan vs Inter Milan di Liga Italia 2026/2027

Gatot Sumitro, Wiwig PrayugiTim Redaksi
Copy Link
Batalkan