Liputan6.com, Bireun: Perjanjian damai antara pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka mulai ternodai. Kamis (25/8) malam, pasukan TNI kontak senjata dengan GAM di Desa Panton Mesjid, Kecamatan Makmur, Bireun, 50 kilometer arah barat Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam. Seorang warga dilaporkan menderita luka-luka. Mustafa Muhammad, kini dirawat di Rumah Sakit Dokter Fauziah, Bireun, setelah dievakuasi Tim Aceh Monitoring Mission (AMM) yang menjemputnya di lokasi kejadian.
Menurut Panglima GAM Wilayah Bate Iliek Darwis Jeunib, kontak senjata ini terjadi saat enam anggota GAM yang sedang melakukan pergeseran pasukan, dipergoki Tentara Nasional Indonesia. Tak pelak, kontak senjata pun terjadi, meski hanya berlangsung lima menit. Sedangkan korban luka-luka adalah anggota GAM.
Di lain pihak, Kepala Kepolisian Resor Bireun Ajun Komisaris Besar Polisi Yanto Tarah mengatakan, jika korban luka-luka itu adalah warga sipil. Sementara pelaku penembakan, hingga kini belum diketahui.
Di Banda Aceh, Panglima Daerah Militer Iskandar Muda Mayor Jenderal TNI Supiadin AS membantah tudingan Juru Bicara GAM Wilayah Aceh Besar Muksalmina yang menyebutkan, TNI masih bertindak ofensif pascapenandatanganan kesepakatan damai. Aparat, kata Muksalmina, masih mencari-cari anggota GAM di sekitar Aceh Besar.
Menurut Supiadin, TNI sebenarnya telah menghentikan operasi pencarian anggota GAM. Keberadaan anggotanya ini adalah melakukan patroli untuk mengamankan masyarakat dari gangguan pihak manapun. Supiadin mencontohkan, pemulangan tiga batalyon TNI beberapa waktu silam adalah wujud komitmen untuk mengakhiri operasi terhadap GAM. Dia juga menjamin keamanan anggota GAM yang akan bergabung dengan masyarakat, seperti yang telah dilakukan di Bener Meriah dan Gayo Lues.(IAN/Tim Liputan SCTV)
Menurut Panglima GAM Wilayah Bate Iliek Darwis Jeunib, kontak senjata ini terjadi saat enam anggota GAM yang sedang melakukan pergeseran pasukan, dipergoki Tentara Nasional Indonesia. Tak pelak, kontak senjata pun terjadi, meski hanya berlangsung lima menit. Sedangkan korban luka-luka adalah anggota GAM.
Di lain pihak, Kepala Kepolisian Resor Bireun Ajun Komisaris Besar Polisi Yanto Tarah mengatakan, jika korban luka-luka itu adalah warga sipil. Sementara pelaku penembakan, hingga kini belum diketahui.
Di Banda Aceh, Panglima Daerah Militer Iskandar Muda Mayor Jenderal TNI Supiadin AS membantah tudingan Juru Bicara GAM Wilayah Aceh Besar Muksalmina yang menyebutkan, TNI masih bertindak ofensif pascapenandatanganan kesepakatan damai. Aparat, kata Muksalmina, masih mencari-cari anggota GAM di sekitar Aceh Besar.
Menurut Supiadin, TNI sebenarnya telah menghentikan operasi pencarian anggota GAM. Keberadaan anggotanya ini adalah melakukan patroli untuk mengamankan masyarakat dari gangguan pihak manapun. Supiadin mencontohkan, pemulangan tiga batalyon TNI beberapa waktu silam adalah wujud komitmen untuk mengakhiri operasi terhadap GAM. Dia juga menjamin keamanan anggota GAM yang akan bergabung dengan masyarakat, seperti yang telah dilakukan di Bener Meriah dan Gayo Lues.(IAN/Tim Liputan SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253327/original/062598000_1750044459-cek_fakta_dubes_jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325714/original/050754000_1786927542-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-17T074440.081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/444452/original/260805bNAD2.jpg)