Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang masih bingung harus menggunakan istilah apa ketika berbicara tentang autisme. Apakah sebaiknya kita mengatakan 'orang autis' atau 'orang dengan autisme'. Sekilas keduanya terdengar mirip, tapi sebenarnya memiliki makna dan sudut pandang yang berbeda.
Pertanyaan ini sering muncul, tidak hanya di kalangan orang tua, tapi juga di antara guru, tenaga medis, hingga media. Bahasa yang kita pilih mencerminkan cara kita memahami dan memperlakukan seseorang dengan autisme.
Bukan sekadar soal tata bahasa, melainkan tentang cara pandang terhadap kondisi tersebut. Apakah autisme dilihat sebagai penyakit yang perlu disembuhkan, atau sebagai bagian dari identitas seseorang.
Advertisement
Selama ini, banyak yang menganggap autisme sebagai sesuatu yang harus 'diatasi'. Karena itu, istilah seperti 'anak dengan autisme' sering dianggap lebih sopan, seolah menempatkan manusia di atas kondisinya. Namun, secara tidak sadar, pandangan ini justru menempatkan autisme seolah-olah sebagai penyakit yang harus dihilangkan.
Bahasa yang Mengutamakan Identitas
Padahal, autisme bukan penyakit. Ini adalah bagian dari cara kerja otak seseorang yang membuatnya memiliki cara berpikir, berinteraksi, dan merasakan dunia dengan cara yang berbeda. Anak autistik mungkin membutuhkan dukungan dalam hal komunikasi dan sensorik, tetapi bukan berarti mereka perlu 'diperbaiki'.
Menganggap autisme sebagai hal yang harus disembuhkan justru mengabaikan kenyataan bahwa autisme adalah bagian dari identitas seseorang. Seperti warna mata atau tinggi badan, autisme membentuk siapa mereka sebenarnya.
Di sisi lain, semakin banyak orang dalam komunitas autisme yang lebih memilih disebut sebagai 'orang autis' ketimbang 'orang dengan autisme'. Pilihan kata ini dikenal dengan istilah identity-first language, bahasa yang menempatkan identitas di depan.
Advertisement
Menghormati Pilihan Setiap Individu
Menurut Autism Self-Advocacy Network (ASAN), menyebut seseorang sebagai 'orang dengan autisme' secara tidak langsung menyiratkan bahwa autisme adalah sesuatu yang buruk atau tidak diinginkan. Seolah-olah seseorang akan 'lebih baik' jika tidak autis.
Sebaliknya, ketika kita mengatakan 'orang autis', kita mengakui bahwa autisme adalah bagian yang sah dari identitas seseorang. Kita tidak memisahkan individu dari autisme-nya, melainkan menerima bahwa keduanya adalah satu kesatuan yang tidak perlu disembunyikan.
Lalu, mana istilah yang paling tepat digunakan? Jawabannya tidak sesederhana memilih satu di antara dua. Setiap individu dan keluarga bisa memiliki pandangan yang berbeda.
Beberapa lembaga internasional, seperti Child Mind Institute di New York, memilih menggunakan kedua istilah secara bergantian sebagai bentuk penghormatan terhadap beragamnya preferensi individu di spektrum autisme.
Yang paling penting adalah mendengarkan langsung dari orang yang bersangkutan. Jika seseorang di lingkungan kita merupakan bagian dari spektrum autisme, tanyakan bagaimana mereka ingin disebut.
Pilihan kata sederhana seperti itu bisa menjadi bentuk penghormatan yang besar terhadap identitas mereka.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257124/original/070525300_1781221784-IMG_5546.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566128/original/061953900_1777115034-autisme__3_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548758/original/092437400_1775551019-apin__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546273/original/085212700_1775283130-Apin.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546356/original/025725600_1775289497-isti.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546351/original/022560700_1775288391-dante_rigmalia.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545333/original/072175300_1775182498-autisme__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545343/original/031225100_1775184971-kembar.jpeg)