Liputan6.com, Jakarta Paparan gas air mata yang ditembakkan saat demo memicu berbagai tanya, salah satunya, apakah hal ini dapat berujung pada disabilitas netra?
Dokter spesialis mata dari KMN EyeCare, Kevin, mengatakan bahwa paparan gas air mata jarang memicu disabilitas netra.
“Jarang menyebabkan kebutaan permanen,” kata Kevin kepada Disabilitas Liputan6.com lewat surat elektronik, dikutip Kamis (4/9/2025).
Advertisement
“Namun, bila paparan sangat intens, tidak segera ditangani, atau mengenai individu dengan riwayat penyakit mata (misalnya kornea tipis, dry eye (mata kering) berat, atau trauma sebelumnya), dapat menimbulkan kerusakan kornea permanen yang bisa menurunkan tajam penglihatan,” tambahnya.
Pada sebagian besar kasus, efeknya reversibel (bisa pulih) bila segera ditangani dengan benar.
Dia menjelaskan, paparan gas air mata dapat memicu hal-hal berikut:
- Iritasi akut yang ditandai dengan mata perih, panas, terasa terbakar
- Lakrimasi berlebihan yang menyebabkan penglihatan kabur sementara
- Blefarospasme, kelopak mata sulit dibuka karena refleks menutup akibat nyeri
- Konjungtivitis kimia yang ditandai kemerahan, bengkak, dan rasa tidak nyaman
- Keratitis khususnya pada paparan berat, terjadi peradangan kornea yang menimbulkan sensasi benda asing dan fotofobia.
“Efek ini biasanya bersifat sementara dan membaik bila paparan dihentikan dan mata dibersihkan,” kata Kevin.
Dampak Gas Air Mata Kedaluwarsa
Jika gas air mata yang ditembakkan sudah kedaluwarsa, maka dampaknya bisa lebih berat.
“Produk kedaluwarsa bisa mengalami perubahan komposisi kimia. Risiko terjadinya iritasi lebih berat karena bahan kimia yang terurai bisa lebih toksik.”
Walau jarang diteliti secara khusus, secara prinsip paparan bahan kimia yang tidak stabil bisa meningkatkan risiko kerusakan kornea atau konjungtiva.
Kevin pun membagikan tips untuk menangani mata yang terkena gas air mata sebagai berikut:
- Segera menjauh dari sumber paparan
- Jangan mengucek mata, karena akan memperburuk iritasi
- Bilas mata dengan air bersih atau larutan saline mengalir selama 10–15 menit
- Lepaskan lensa kontak bila digunakan
- Bila keluhan berlanjut (mata tetap merah, nyeri, penglihatan buram) segera periksa ke dokter mata untuk evaluasi kornea.
Advertisement
Apa Pasta Gigi Bisa Redam Efek Gas Air Mata?
Dalam demo yang berlangsung sepekan belakangan, banyak massa mengoleskan pasta gigi di bawah mata untuk meredam efek gas air mata?
Lantas, apakah ini cara yang efektif?
“Tidak ada dasar medis penggunaan odol untuk gas air mata. Pasta gigi justru mengandung bahan yang bisa menambah iritasi pada kulit atau mata. Penanganan terbaik tetap dengan air bersih/saline, bukan odol, sabun, atau bahan kimia lain,” kata Kevin.
Dia menyimpulkan, gas air mata menimbulkan iritasi akut pada mata, biasanya bersifat sementara. Versi kedaluwarsa berpotensi lebih toksik, tapi risiko disabilitas netra permanen sangat jarang bila ditangani cepat.
Penanganan utama adalah bilas dengan air bersih/saline dan segera cari pertolongan medis bila gejala menetap. Sementara, penggunaan pasta gigi tidak dianjurkan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5332409/original/035696700_1756476688-CMS_PORTRAIT_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5338136/original/084417000_1756965341-1649dd1e-6cd4-47f4-8522-07e38769c81f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782310/original/007849800_1782882803-selly.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8527115/original/025368300_1782457926-Raperda_disabilitas.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460317/original/093831200_1767244905-akses_pks.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8675019/original/069826800_1782717168-gabriel.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8343931/original/025487100_1782216594-Arief__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528998/original/044771700_1782460758-mandiri.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5393796/original/064028000_1761614138-Pesantren_Rauhul_Mudi_Al_Aziziyah_Aceh.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8464541/original/094182000_1782365325-transformasi_digital.jpg)