Begini Cara BKKBN Gorontalo Respons Soal Kesenjangan Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja Disabilitas

Respons Kesenjangan Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja Disabilitas,  BKKBN Gorontalo Lakukan Cara Ini

Diterbitkan 03 Agustus 2025, 05:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Remaja penyandang disabilitas masuk dalam kelompok berisiko tinggi dan rentan terhadap kekerasan seksual serta kesenjangan informasi terkait kesehatan reproduksi

Hal ini disampaikan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Gorontalo melalui Tim Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi.

Menyadari hal tersebut, BKKBN Gorontalo menggelar kegiatan pembinaan kesehatan reproduksi bagi remaja kelompok berisiko tinggi di Meeting Room Bappeda Litbang, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, pada Selasa (22/07/2025).

Kegiatan ini diikuti 25 remaja penyandang disabilitas dan turut dihadiri  Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Diano Tino Tandaju. Serta, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Pelindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3PAKB) Kabupaten Bone Bolango, Udin Kuku dan perwakilan Forum GenRe Gorontalo.

Mengutip  data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022, Diano menyampaikan jumlah penyandang disabilitas di Provinsi Gorontalo mencapai 24.344 jiwa. Dari jumlah tersebut,  difabel laki-laki yang tidak memiliki ijazah SD sebanyak 52,83 persen. Sementara perempuan disabilitas yang tidak memiliki ijazah SD sebanyak 50,92 persen.

Selain itu, 17,04 persen dari jumlah penyandang disabilitas di Provinsi Gorontalo masuk dalam kategori miskin, yang semakin mempersempit akses terhadap informasi kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi.

“Rendahnya pendidikan dan keterbatasan ekonomi tentu berdampak pada minimnya akses informasi kesehatan reproduksi. Padahal mereka juga berhak mengetahui dan melindungi tubuhnya dari potensi kekerasan atau pelecehan seksual,” tegas Diano mengutip keterangan resmi, Jumat (1/8/2025).

 

Tingkatkan Pemahaman Difabel Soal Kesehatan Reproduksi

Dia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan: 

  • Meningkatkan pemahaman tentang tubuh dan kesehatan reproduksi. 
  • Menumbuhkan sikap bijak dalam pergaulan.
  • Meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan diri serta mengembangkan kepercayaan diri dan kesadaran perlindungan diri.

“Kami juga mengajak orangtua, guru, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk mendampingi proses tumbuh kembang remaja disabilitas secara menyeluruh,” lanjutnya dalam kegiatan yang juga dirangkai dengan peringatan Hari Anak Nasional 2025.

 

Salurkan Alat Permainan Edukatif

Sebagai bentuk dukungan, BKKBN akan menyalurkan Alat Permainan Edukatif (APE) yang dirancang secara khusus untuk penyandang disabilitas.

APE ini akan menjadi media interaktif untuk menyampaikan informasi kesehatan reproduksi dengan cara yang mudah dipahami dan menyenangkan, serta melibatkan komunikasi dua arah.

Kepala Dinas P3PAKB Kabupaten Bone Bolango menyambut baik kegiatan ini dan menyatakan komitmennya dalam mendukung inklusi disabilitas dalam bidang kesehatan dan pengembangan diri.

“Penyandang disabilitas harus mendapat kesempatan yang setara dalam menjaga kesehatan reproduksi mereka. Kami mendukung BKKBN dalam mendorong kemandirian kelompok ini melalui edukasi dan pendampingan,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Diano  menekankan, “Kegiatan ini adalah langkah kecil namun berdampak besar. Mari, kita jadikan ini sebagai momentum untuk membangun Provinsi Gorontalo yang lebih inklusif, adil, dan ramah disabilitas, khususnya dalam pemenuhan hak-hak kesehatan reproduksi mereka," pungkasnya.