Sukses

Telinga Remaja Ini Tidak Hanya Dibentuk Ulang, Pendengarannya Juga Diperbaiki

Liputan6.com, Jakarta Pada 9 November 2022 lalu mungkin menjadi hari yang istimewa bagi Anant yang baru berusia 15 tahun.

Bagaimana tidak, pada hari itu ia menjalani operasi telinga korektif satu tahap yang tidak hanya akan memperbaiki telinga kirinya yang kurang berkembang, tetapi juga gangguan pendengarannya.

Setiap 9 November diperingati di seluruh dunia sebagai Microtia Awareness Day untuk menyebarkan informasi tentang disabilitas bawaan yang namanya diambil dari istilah Latin untuk 'telinga kecil'.

Dilansir dari Times of India, dalam sebuah video yang dibuat sesaat sebelum operasinya pada hari Rabu, Anant berterima kasih kepada ahli bedah THT Ashes Bhumkar yang merupakan salah satu dari sedikit dokter di dunia yang melakukan operasi korektif mikrotia atresia tahap tunggal (sebagai lawan dari beberapa operasi).

Selain Anant, ada Jahan yang berusia 16 tahun dari Byculla yang juga menjalani operasi di tahun saat maraknya Covid.

"Putra saya menghadapi banyak diskriminasi karena telinga kanannya terlalu kecil. Itu masalah bahkan untuk mendapatkan kanannya terlalu kecil. Itu masalah bahkan untuk mendapatkan kanannya terlalu kecil. Itu masalah bahkan untuk mendapatkan kanannya terlalu kecil. Itu masalah bahkan untuk mendapatkan izin sekolah, tetapi hal-hal membaik setelah ia dioperasi," kata ibunya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Pemeriksaan Dokter

Dalam kebanyakan kasus mikrotia, 95 % dari telinga luar hilang.

"Kami selalu melakukan CT scan untuk melihat apakah telinga bagian dalam juga terpengaruh," kata Dr Bhumkar yang berbasis di Thane yang telah melakukan lebih dari seribu operasi tunggal.

Jika anak memiliki mikrotia dan telinga bagian dalam yang tidak terbentuk dengan baik, ia memperbaiki kedua kondisi tersebut dalam operasi yang lama.

"Pendengaran anak-anak membaik setelahnya. Mereka mungkin memerlukan operasi kedua untuk meringankan telinga bagian bawah tetapi hanya anak perempuan yang memilihnya karena mereka ingin memakai anting-anting," kata dokter yang telah dipanggil oleh pemerintah Kazakhstan dan Mauritius untuk melakukan kamp.

"Di India, ada respon sentral dari pemerintah seperti di negara lain. Perlu ada program pemerintah yang sejalan dengan program bibir sumbing untuk meningkatkan taraf hidup anak-anak yang lahir dengan mikrotia," ujarnya.

 

3 dari 4 halaman

Satu dari 10 Ribu Kelahiran

Anak-anak dengan mikrotia, satu anak dalam setiap sepuluh ribu kelahiran, memiliki masalah kesehatan lainnya. Dr Hetal Marfatia, yang mengepalai departemen THT di KEM Hospital, Parel mengatakan,

"Yang memperburuk kondisi ini adalah kebanyakan anak memiliki kelainan terkait seperti kecil atau tidak adanya ginjal atau masalah jantung."

Stigmatisasi sosial, katanya, adalah yang terburuk bagi anak-anak dengan mikrotia.

 

4 dari 4 halaman

Operasi Gratis

"Sekitar 50% dari anak-anak yang lahir dengan mikrotia ingin menjalani operasi bukan untuk meningkatkan pendengaran mereka tetapi untuk tujuan memperindah," katanya.

Operasi ini menelan biaya besar, tetapi rmaah sakit umum seperti KEM menawarkan operasi korektif beberapa tahap dengan tarif normal.

Dr Bhumkar mengatakan ia menawarkan operasi satu tahap secara gratis kepada sekitar sepertiga pasiennya yang lemah secara finansial.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.