Sukses

Atlet Judo Disabilitas Netra Tambah 4 Koleksi Medali Emas di ASEAN Para Games 2022

Liputan6.com, Jakarta Para atlet judo dengan disabilitas netra berhasil menyumbang 4 medali emas dalam ASEAN Para Games Solo 2022 pada Rabu 3 Agustus 2022 kemarin.

Empat medali emas cabang olahraga judo disabilitas netra disumbangkan oleh:

-Rusmanto Gian Nita yang turun di nomor Women’s Individual -57 kg

-Maghfira Balgis Mega (Women’s Individual +57 kg)

-Tony Ricardo Mantolas (Men’s Individual J1 & J2 +90 kg)

-Fajar Pambudi (Men’s Individual J1 & J2 -90 kg).

Pertandingan mereka disaksikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. Ia pun menyerahkan langsung medali emas pada para pemenang di Tirtonadi Convention Hall, Solo, Jawa Tengah.  

Amali menilai perjuangan atlet judo dengan disabilitas netra pada ASEAN Para Games Solo 2022 kali ini sangat luar biasa.

"Saya tadi menyerahkan langsung medali emas di kelas + 57 kg putri, ini sangat luar biasa. Mudah-mudahan ini akan lebih bagus lagi," kata Amali mengutip keterangan pers Kamis (4/8/2022).  

Amali juga menyampaikan bahwa grafik perolehan medali Indonesia sampai saat ini masih baik. 

"Secara keseluruhan kita berada di 74 dalam perolehan medali emas, di bawahnya Thailand. Insyallah perolehan medali kita on the track. mudah-mudahan ini akan bertambah dan penyelenggaraan ASEAN Para Games ini luar biasa, semua merasa senang dan nyaman," tambah Menpora Amali.   

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Perolehan Medali Perak

Selain medali emas, atlet judo Indonesia juga menyumbang medali perak yang diraih oleh:

-Garini Melinda Artia (Women’s Individual -57 kg)

-Siska Roma (Women’s Individual +57 kg)

-Bate E Junifor (Men’s Individual J1 & J2 -90 kg).

Ada pula perolehan tiga perunggu oleh:

-Larassati Novia (Women’s Individual -57 kg)

-Marialam Sihilotang yang turun di Women’s Individual -57 kg

-Sambaouw Ranto Herli Imanuel (Men’s Individual J1 & J2 -90 kg).

Di nomor Men’s Individual J1 & J2 -90kg yang diikuti 6 pejudo, Fajar Pambudi bertarung sengit di partai final melawan rekan sepelatnas, Bate E Junifor. Fajar Pambudi menang Ippon atas Bate E kurang dari satu menit.

Di nomor Men’s Individual J1 & J2 +90kg, Mantolas Tony Ricardo mempersembahkan emas setelah mengalahkan Srijarung Sahas (Thailand) dan Taufik Elda Fahmi Nur.

Usai penyerahan medali, Pelatih Kepala Blind Judo Indonesia Imam Kuncoro bersyukur atas empat medali emas di hari kedua.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Melebihi Target

“Alhamdulillah, hari ini melebihi target yang kami perhitungkan. Target di awal 3 emas, tapi hari ini Indonesia meraih 4 emas alias sapu bersih di semua kelas,” kata Imam Kuncoro.

Dengan tambahan empat emas ini, judo disabilitas netra sudah menyumbangkan 7 medali emas untuk Indonesia.

“Sudah sesuai target yakni 7 emas. Namun kami tak ingin berhenti. Besok ada dua nomor yang akan dipertandingkan, kami target sapu bersih seperti hari ini,” ucap Kuncoro.

Atlet disabilitas Indonesia memang diakui telah menunjukkan performa yang membanggakan di gelaran ASEAN Para Games 2022. Performa baik ini kemudian memicu rasa optimis berbagai pihak.

Salah satunya Chef de Mission (CDM) Kontingen Indonesia ASEAN Para Games Solo 2022 Andi Herman. Ia optimis bahwa target prestasi dapat tercapai.

Hal itu disampaikan saat mengadakan jumpa pers tentang update medali dan perjuangan atlet Indonesia, di Media Center Utama ASEAN Para Games (APG), Hotel Swiss-Belinn Saripetojo, Lantai 5, Surakarta, Selasa (2/8) malam.

4 dari 4 halaman

Optimis Juara Umum

Keyakinannya tersebut didasarkan pada perolehan medali dua hari ke belakang yang sangat menjanjikan dan melegakan dari harapan yang dicanangkan.

"Dua hari ini kita sudah mendapatkan 59 emas, 35 perak, 28 perunggu, total 122 medali. Dengan masih menyisakan empat hari lagi maka target 104 medali emas optimis tinggi bisa tercapai," kata Andi mengutip laman resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Rabu (3/8/2022).

Ia menambahkan, memang terjadi banyak dinamika di lapangan, ada yang diproyeksikan dapat medali emas tetapi turun mendapat medali perak atau perunggu, tapi sebaliknya ada yang diprediksi tidak dapat medali emas tetapi justru mendapatkannya.

"Dinamika ada di lapangan, dan semua itu bentuk perjuangan para atlet. Ada yang diproyeksikan dapat medali tetapi turun demikian sebaliknya yang tidak diprediksi justru dapat diatasnya.”

“Oleh karenanya empat hari ke depan ditambah atlet dalam kondisi siap bertanding, optimis target juara umum dapat tercapai," tambahnya.