Jelang Asian Para Games 2026, Atlet Disabilitas Diminta Kembali Fokus Latihan

Menpora Erick Thohir meminta atlet disabilitas untuk kembali fokus latihan demi mendapatkan hasil terbaik pada Asian Para Games yang digelar Oktober mendatang.

Diterbitkan 21 Februari 2026, 19:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Asian Para Games bakal digelar pada 18 - 24 Oktober 2026, kotingen Indonesia diminta untuk mulai siapkan diri. Hal ini disampaikan Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir saat bertemu Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk ASEAN Para Games (APG) 2025 Reda Mantovani.

"Kita tidak ingin terus terlena akan hasil yang lalu, karena ajang besar Asian Para Games telah menanti. Tak ada waktu lama bersantai, sekarang para atlet kembali lakukan persiapan karena mereka adalah duta bangsa terbaik yang mewakili Indonesia di level Asia,” pesan Erick mengutip Antara pada Rabu, 18 Februari 2026.

Sebelumnya, kontingen Merah Putih berahasil meraih 135 emas dan menghuni peringkat kedua di klasemen akhir pada ASEAN Para Games (APG) 2025 di Thailand.

Erick mengatakan bahwa hasil gemilang di APG 2025 menjadi bekal bagi para atlet disabilitas untuk melanjutkan tren positif saat mengikuti Asian Para Games 2026 Oktober mendatang.

Indonesia, kata dia, sudah harus mulai menyiapkan diri untuk menghadapi persaingan dam pesta olahraga atlet disabilitas terbesar di Asia.

Erick juga  menegaskan pemerintah akan selalu mendukung penuh perjuangan para atlet mulai dari proses latihan hingga bertanding membawa nama bangsa di ajang internasional.

Salah satu dukungan dengan hadirnya Paralympic Training Center berstandar internasional di Karanganyar, Jawa Tengah sebagai fasilitas pelatihan yang terpadu, terukur dan berkelanjutan. Pusat pelatihan olahraga ini dibangun di atas lahan seluas 80.262 m2 dengan total luas bangunan 34.346 m2 yang terdiri dari GOR 1 seluas 17.482 m2 dan Gedung Asrama seluas 16.864 m2. Gedung Asrama terdiri 2 tower rumah susun setinggi empat lantai dengan kapasitas 188 kamar yang dapat menampung 392 atlet.

"Saya ingin kehadiran pusat pelatihan ini dapat memperkuat kesiapan atlet dalam mengasah kemampuan mereka serta tetap bersemangat dan berprestasi di ajang multi cabang internasional para atlet," katanya.