Sukses

8 Tanda Pasangan Memiliki Gangguan Spektrum Autisme

Liputan6.com, Jakarta Saat Anda menemui teman kencan, atau sesorang yang Anda cintai, kita belajar banyak tentang orang lain selain diri sendiri. Tapi kemudian Anda merasa pasangan Anda bertindak berbeda dari kebanyakan orang. Anda pun bertanya-tanya pada diri sendiri apakah ia memiliki spektrum autisme.

Jika Anda dapat memahami tanda-tanda gangguan spektrum autisme pada orang dewasa, Anda akan lebih siap dalam mengetahui bagaimana bereaksi dan berperilaku dalam situasi tertentu.

Jika Anda berpikir Anda mungkin memiliki gangguan spektrum autisme (ASD), mengetahui apa yang harus diwaspadai dapat membantu Anda mendapatkan diagnosis dari seorang profesional medis. Sebaliknya, tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Anda atau seseorang yang Anda cintai dapat membuat frustrasi, menjengkelkan, dan dapat menciptakan banyak ketegangan dan hal negatif.

Dilansir dari Yourtango, berikut ini 8 tanda jika pasangan Anda memiliki gangguan spektrum autisme.

1. Ia menolak sentuhan

Ketika seseorang menderita ASD, mereka mungkin tidak menunjukkan kasih sayang seperti yang Anda inginkan, dan mungkin bertindak seolah-olah mereka sedang disiksa ketika Anda memberi mereka pelukan spontan. Bukannya mereka tidak bisa menunjukkan cinta mereka, melainkan mereka harus merasa nyaman tanpa gangguan sekitar untuk berpelukan atau sekedar bersentuhan.

"Otak orang-orang yang memiliki sifat autistik tinggi tidak mengkodekan sentuhan sebagai hal yang relevan secara sosial," kata Martha Kaiser, direktur asosiasi Child Neuroscience Laboratory at the Yale Child Study Center.

 

 

2 dari 4 halaman

2. Ia tidak memiliki keterampilan sosial

Orang yang memiliki spektrum autisme memiliki banyak tantangan dalam situasi sosial. Mereka mungkin menghindari kontak mata, membicarakan topik yang tidak pantas, dan mengalami kesulitan memahami gerak tubuh, bahasa tubuh, dan ekspresi wajah orang lain.

Orang dengan ASD mungkin menghindari acara kelompok sebanyak mungkin karena mereka kesulitan membuat obrolan ringan dan tidak tahu kapan orang sedang menggoda.

Elizabeth Laugeson, PsyD mengatakan dalam podcast American Psychological Association, "Saya pikir kesulitan dengan keterampilan percakapan, misalnya, membuatnya sangat, sangat sulit untuk mengembangkan hubungan yang bermakna dan dekat dengan orang-orang, apakah itu persahabatan atau hubungan romantis. Mereka pasti kesulitan memahami perspektif orang lain, maupun menangkap isyarat sosial. Sehingga mereka akan bereaksi terhadap sesuatu yang kita katakan atau lakukan. Kesulitans emacam itu membuatnya sangat menantang bagi orang-orang dengan autisme untuk mengembangkan hubungan ini."

3. Ia memiliki perilaku fisik yang tidak biasa

Beberapa indikator klasik ASD adalah ucapan berulang, tics (perilaku berulang) fisik, dan melihat ke tempat lain selain mata seseorang saat berbicara dengan mereka. Mereka mungkin menunjukkan perilaku yang tidak biasa karena kesulitan yang mereka miliki dalam menanggapi lingkungan mereka.

Misalnya mereka biasa berperilaku tegang atau terfokus, gerakan tubuh yang stereotipik dan berulang seperti mengepakkan tangan dan berputar, penggunaan objek yang berulang seperti menyalakan dan mematikan lampu, desakan untuk tetap berpegang pada rutinitas, minat sensorik yang tidak biasa seperti mengendus objek, dan kepekaan sensorik termasuk menghindari suara sehari-hari.

 

 

3 dari 4 halaman

4. Ia jarang menyatakan cinta

Bukannya mereka tidak mencintaimu; mereka hanya tidak mengerti mengapa mereka perlu mengulanginya lagi dan lagi. Selain itu, tindakan membuktikan cinta lebih daripada kata-kata, dan mereka yakin Anda akan tahu dari cara mereka bertindak terhadap Anda bahwa mereka mencintai Anda. Mereka akan memberi tahu Anda jika perasaan mereka telah berubah, karena mereka tidak memiliki masalah untuk jujur ​​secara brutal.

"Penelitian telah menunjukkan bahwa orang dengan autisme dapat memiliki perasaan yang lebih kuat dan lebih dalam daripada mereka yang tidak autisme," kata John Elder Robison, penulis buku Look Me in the Eye. "Namun perasaan itu mungkin tidak terlihat oleh orang luar karena kita tidak menunjukkannya. Karena kita tidak menunjukkannya atau respons yang diharapkan, orang membuat asumsi yang salah tentang kedalaman perasaan kita tentang orang lain."

5. Ia sangat sensitif

Kebanyakan orang dengan spektrum autisme agak terlalu sensitif. Mereka memiliki kecenderungan untuk mengambil hal-hal yang dikatakan orang secara harfiah dan menjadi terluka karena lelucon atau bahkan komentar yang tidak berbahaya. Jika Anda merusak kepercayaan mereka atau tidak setia, mereka selesai dengan Anda.

Mereka memang memiliki selera humor, hanya saja mereka memiliki satu yang unik bagi mereka. Seseorang dengan ASD dapat dengan mudah tersinggung, dan dapat dengan cepat menjadi marah dan tertekan tentang hal-hal yang tampaknya tidak penting bagi orang lain.

4 dari 4 halaman

6. Ia selalu lupa tanggal-tanggal penting

Bagi yang memiliki spektrum autisme, mereka mungkin tidak mengerti mengapa perlu menetapkan tanggal penting pada tanggal-tanggal tertentu. Jika mereka ingin merayakan atau membeli hadiah, mereka dapat melakukannya kapan saja mereka mau, bukan karena tanggal tertentu memberi tahu mereka bahwa mereka seharusnya melakukannya.

Myles mengatakan, "Jika ulang tahun, hari jadi, atau acara penting lainnya diabaikan atau dilupakannya, cobalah untuk tidak diambil hati."

7. Ia menolak perubahan dalam rencana

Hal ini mungkin tidak tampak seperti masalah besar, namun bagi seseorang dengan ASD, mengubah rencana tiba-tiba bisa menyulitkannya. Mereka biasanya telah memikirkan simulasinya dalam beberapa waktu, jadi mengubahnya tiba-tiba bisa membingungkan mereka dan bahkan menimbulkan kecemasan. Mereka menyukai rutinitas yang kaku dan rencana yang tegas.

Di forum WrongPlanet, pengguna Steel Maiden mengatakan, "Jika seseorang menelepon saya tiba-tiba dan meminta saya untuk mengubah rencana sepanjang hari begitu saja, saya akan meneriaki mereka dan menolak untuk meninggalkan rumah. Perubahan rencana akan terlalu traumatis."

8. Ia sering nge-down

Perilaku ini bisa menjadi bagian dari paket ASD dan cara menanganinya berbeda dari orang ke orang. Merasa down biasanya terjadi setelah penumpukan ketegangan atau frustrasi dan bisa muncul entah dari mana. Jadi penderita ASD hampir selalu murni emosional.

Emma Dalmayne , seorang dewasa dalam spektrum dan ibu dari anak-anak autis, mengatakan, "Ketika Anda mengalami down, seolah-olah dunia akan berakhir. Semuanya terasa berlebihan untuk diatasi dan Anda merasa seperti tenggelam dalam kegelapan yang menyelimuti keberadaan Anda. Kemarahan yang tak tertahankan yang mungkin tampak sangat tidak rasional bagi orang luar dapat menghancurkan kita secara internal."

Namun secara keseluruhan, seperti halnya dalam hubungan apapun, komunikasi dan kesabaran bisa membuat hubungan bertahan lama. Jika pasangan Anda termasuk memiliki tanda-tanda di atas, berikan waktu untuknya memproses semua hal, karena kesabaran itu penting.